Rabu, 22 November 2023

Ga Ada Judul


 "Aku hanya ga habis fikir mba. Aku sebenarnya salah apa. Apa aku pernah ga sengaja membuat dia tersinggung. Ato apa. Ah entahlah."

Aya hanya diam sambil memperhatikan semua yang diceritakan Anty, Menatap perempuan cantik yang usianya sepuluh tahun lebih muda darinya. Aya tersenyum dan menyimak penuh pengertian. Anty belum berhenti bicara. Kali ini matanya makin berkaca-kaca.

"Kemarin aku dipanggil pimpinan mba. Aku ditanya sudah kerja berapa tahun. Pengalamanku apa aja. Sudah grade berapa. Ya aku jawab dengan jujur dan apa adanya. Tapi buntut-buntutnya aku ditanya kenapa kok ga pernah mau bantu-bantu temanku saat ada kegiatan dan acara besar. Aku kaget. Padahal aku ga pernah menolak kerjaan. Mba pasti tau kan aku seperti apa. Bukan aku yang ga mau bantu mba, Tapi dia yang ga pernah ngasih instruksi aku harus bantu apa. Aku kan jadi bingung mba."

Beberapa kali Aya melihat Anty mengusap air mata nya dengan tisu. Sesekali Aya melihat tangan Anty sedikit gemetar memegang gelas jus jambu merah di depannya dan menyeruputnya sedikit demi sedikit. Aya mengerti, Anty sedang berusaha kuat mengolah emosinya. Untungnya suasana kantin saat itu lumayan lengang. Jadi Anty merasa agak leluasa menceritakan keluh kesahnya pada Aya.

"Dek, aku sudah pernah ada di posisimu. Jadi begini. Kita hidup dan ada di suatu tempat memang hanya bisa menyesuaikan, Kita ga bisa meminta orang lain untuk menyukai kita, Dan hal-hal yang di luar nalar kita pun sering kita jumpai. Aku ga akan ngajarin kamu untuk sabar. Yang jelas, tetaplah lakukan tugasmu, dan tetaplah baik pada semua orang. Orang-orang yang memeperlakukanmu buruk jangan dibalas dengan keburukan, Karena manusia tak punya hak akan pembalasan. Dan jangan pernah mendoakan mereka buruk. Doakan untuk mereka segala yang lebih baik darimu. agar mereka segera lupa cara membenci dan mendengkimu."

Aya berhenti bicara. Diam. Tersenyum. sambil sesekali menghela nafas panjang. Dia masih belum bisa lupa dengan semua peristiwa itu. Dia yang selalu mendukung dirinya sendiri untuk terus bertahan. Selalu berusaha merasa baik-baik saja padahal engga sama sekali. Yang harus self healing dengan mengikuti beberapa seri yoga dan meditasi. Bahkan dia harus pergi konselling dengan seorang psikolog. 

Ah.. Manusia memang tak pernah dan tak akan pernah mampu mengupayakan cerita hidupnya sendiri. Semua episode telah ditulis.

"Aku mau belajar pada mba. yang bisa sabar dan kuat diperlakukan buruk orang-orang di sekitarnya. Jangan bosen dengerin ceritaku ya mba."

Lagi-lagi. Aya hanya diam. Tersenyum dan mengangguk. Dalam batinnya "Dek..sometimes peolple hurt us. But act like we hurt them."




Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...