Maaf...Cuma ingin tahu kabarmu
Hujan sedari tadi
Kau pilih basah atau berteduh?
Oh iya...Aku lupa
Ada yang serupa kamu tadi pagi
Senyumnya, mata itu
Sebenarnya tidak hanya tadi
Kemarin, dan kemarinnya lagi pun sepertinya ada
Hampir selalu seperti itu
Di sepertiga malam itu, tepatnya waktu saat sajadah menarikku
Ada yang berbisik pelan, memeluk hangat dengan do'a
Selalu serupa melihatmu saat tepat sujudku...
Aku mencintamu seperti itu
Seumur jantungku akan berhenti suatu saat nanti
Sayang...
Aku selalu bahagia ketika waktu itu tiba
Bisa melihatmu dari sisi yang paling indah
Bisa memelukmu dengan dekap yang paling hangat
Meneteskan air mata tidak dengan percuma
Karena aku cinta...
*suratmu
Describing me in the expressions of things, places n people around. In life, I might leave. In love, I might suffer. In line, I might disconnect. With this, I conquer all
Selasa, 26 Desember 2017
Jumat, 08 Desember 2017
Saat ini...
Hanya bisa bersandar di tepian jendela
Memandangi gelap
Meneriaki gerimis
'Kenapa kau tak deras saja
Biar isakku tak lebih nyaring dari rintikmu'
Hening bergumam
'Letakkan semua perihmu di sini
Biar aku bawa serta jauh kesana
Aku titipkan pada angin
Bersamanya dia akan menepi kemana suka'
Menengok ujung pintu
Hanya mampu berdiri
Tanpa kuasa berlari
Pun sekedar melangkah berbalik
Mengunci diri untuk tak terlihat oleh pagi
Denting jam berbisik
'Aku ada.. Ajak aku bercerita
Jarum detikku sangat mengerti kegundahanmu
Aku selalu berpihak. Percayalah'
Sajadah tersenyum
'Sini.. Letakkan ujung keningmu
Akan kuusap lembut seperti malam kemarin
Tak ada yang lebih kurindukan
Selain tangis kepasrahan
Banjiri saja aku
Itu perempuan sekali
Aku mengerti'
Fajar mengintip...
Seolah bertanya
'Kapan kau akan beranjak?
Butuh aku untuk sirnakan ketakutanmu?
Pandang aku...
Hanya aku yang selalu mengganti gelap menjadi benderang'
Pagi...
Masihkah kau layak untuk kunanti?
Hanya bisa bersandar di tepian jendela
Memandangi gelap
Meneriaki gerimis
'Kenapa kau tak deras saja
Biar isakku tak lebih nyaring dari rintikmu'
Hening bergumam
'Letakkan semua perihmu di sini
Biar aku bawa serta jauh kesana
Aku titipkan pada angin
Bersamanya dia akan menepi kemana suka'
Menengok ujung pintu
Hanya mampu berdiri
Tanpa kuasa berlari
Pun sekedar melangkah berbalik
Mengunci diri untuk tak terlihat oleh pagi
Denting jam berbisik
'Aku ada.. Ajak aku bercerita
Jarum detikku sangat mengerti kegundahanmu
Aku selalu berpihak. Percayalah'
Sajadah tersenyum
'Sini.. Letakkan ujung keningmu
Akan kuusap lembut seperti malam kemarin
Tak ada yang lebih kurindukan
Selain tangis kepasrahan
Banjiri saja aku
Itu perempuan sekali
Aku mengerti'
Fajar mengintip...
Seolah bertanya
'Kapan kau akan beranjak?
Butuh aku untuk sirnakan ketakutanmu?
Pandang aku...
Hanya aku yang selalu mengganti gelap menjadi benderang'
Pagi...
Masihkah kau layak untuk kunanti?
Rabu, 06 Desember 2017
Sepagi ini pun sama seperti sepagi lalu
Akan dituliskan pula satu episode baru
Untuk diceritakan dan dikenangkan saat semalam nanti
Sepenggal cerita haru, rindu
Dan beberapa kisah tawa
Meski tak harus bersama
*
"Kakimu lelah?"
"Tidak. Selama kamu mau bersandar di punggung basahku." Jawabku
"kamu malu?" Tanyaku
"Ingin sesederhana ini bersamamu." Jawabmu
"Bersabarlah. Semua akan indah pada saatnya. Tetaplah menjadi obat lelahku. Biar kukayuh sendiri..Kecuali kamu yang memintaku berhenti nanti. Takkan kutanya kenapa kau memintanya. Karena aku bersyukur. Paling tidak kau pernah ada. Karena kucinta."
**
Mencoba berpaling dari segelas jus tomat
Atau sebotol teh rendah gula?
Ya...Mungkin bisa melepaskan dahaga
tapi tidak untuk rindunya
Selalu ada yang tersisa dalam setiap teguknya
Selalu ada cerita sepulangnya
Dan selalu ada rindu saat senja mulai menyapa
***
Apa adanya...
Beberapa kali cerita seperti begitu mengalir
Saat waktu, jarak, komunikasi seperti memenjarakan hati
Mungkin seperti mau mati
Lalu muncul jalan Tuhan tanpa kita tahu
Untuk memandang...
Sekedar sedikit melepas rinduku
***
Atau sisa secangkir teh semalam...
Ketika aku berdiri di ujung tenda
Warna itu tak pernah terlupa
Merah marun, layaknya peri cinta yang menyapa
Lalu bersama duduk menikmati secangkir teh
Yang sama sekali tak terasa panas katamu
Tapi bagiku cukup hangat
Karena ada cinta bersamanya di tiap teguknya
Hanya sekejap...ya sementara
Setelah itu semuanya mereda
Hingar yang tadinya terdengar
Kini sepi menggelayuti
Seperti secangkir teh yang telah kosong
Begitulah pikiranku saat melihat sudut lengang di hadapanku
Apapun itu...
Terimakasih telah memberi warna dalam hidupku
***
Ada hati yang sengaja kutinggal di sana
Dinda...
Aku titipkan sebentar saja
Dan biarkan wangimu tertinggal di sini
*Catatanmu di lembar buku hidupku
Akan dituliskan pula satu episode baru
Untuk diceritakan dan dikenangkan saat semalam nanti
Sepenggal cerita haru, rindu
Dan beberapa kisah tawa
Meski tak harus bersama
*
"Kakimu lelah?"
"Tidak. Selama kamu mau bersandar di punggung basahku." Jawabku
"kamu malu?" Tanyaku
"Ingin sesederhana ini bersamamu." Jawabmu
"Bersabarlah. Semua akan indah pada saatnya. Tetaplah menjadi obat lelahku. Biar kukayuh sendiri..Kecuali kamu yang memintaku berhenti nanti. Takkan kutanya kenapa kau memintanya. Karena aku bersyukur. Paling tidak kau pernah ada. Karena kucinta."
**
Mencoba berpaling dari segelas jus tomat
Atau sebotol teh rendah gula?
Ya...Mungkin bisa melepaskan dahaga
tapi tidak untuk rindunya
Selalu ada yang tersisa dalam setiap teguknya
Selalu ada cerita sepulangnya
Dan selalu ada rindu saat senja mulai menyapa
***
Apa adanya...
Beberapa kali cerita seperti begitu mengalir
Saat waktu, jarak, komunikasi seperti memenjarakan hati
Mungkin seperti mau mati
Lalu muncul jalan Tuhan tanpa kita tahu
Untuk memandang...
Sekedar sedikit melepas rinduku
***
Atau sisa secangkir teh semalam...
Ketika aku berdiri di ujung tenda
Warna itu tak pernah terlupa
Merah marun, layaknya peri cinta yang menyapa
Lalu bersama duduk menikmati secangkir teh
Yang sama sekali tak terasa panas katamu
Tapi bagiku cukup hangat
Karena ada cinta bersamanya di tiap teguknya
Hanya sekejap...ya sementara
Setelah itu semuanya mereda
Hingar yang tadinya terdengar
Kini sepi menggelayuti
Seperti secangkir teh yang telah kosong
Begitulah pikiranku saat melihat sudut lengang di hadapanku
Apapun itu...
Terimakasih telah memberi warna dalam hidupku
***
Ada hati yang sengaja kutinggal di sana
Dinda...
Aku titipkan sebentar saja
Dan biarkan wangimu tertinggal di sini
*Catatanmu di lembar buku hidupku
Untuk perempuanku...
Yang telah memilih bertahan menahan segala kesakitan
Namamu adalah satu titik di tiap mata membuka ruang pikirku
Selalu ada di tempat yang sama
Selalu ada dengan berjuta malaikat cinta
Tuhan, aku mencintanya...
Pilihkan hidup yang terbaik untuknya
Lindungi setiap langkahnya
Pertemukan dan kumpulkan dia dengan orang-orang yang selalu sayang dan peduli dengannya
Demi Tuhan...
Aku tak pernah melewatkan atau melupakan pagi
Ketika jaripun tak sempat menyapa
Tapi hati ,pikiran, dan bibir tak pernah berhenti
Beraksara merangkai do'a
Karena hanya dengan aksara aku mencinta
Hanya dengan do'a rinduku lebih bermakna
Tuhan...
Aku menitipkan rindu lewatMu
Hanya kau yang tahu
Untuk siapa sepertiga malamku
Untuk siapa kalimat do'aku
Terimakasih perempuanku...
Tetap berdiri di sampingku
Tetap ada untuk satu titik di ruang pikirku
Catatkan lebih banyak cerita untuk satu kali hidupku
Yang telah memilih bertahan menahan segala kesakitan
Namamu adalah satu titik di tiap mata membuka ruang pikirku
Selalu ada di tempat yang sama
Selalu ada dengan berjuta malaikat cinta
Tuhan, aku mencintanya...
Pilihkan hidup yang terbaik untuknya
Lindungi setiap langkahnya
Pertemukan dan kumpulkan dia dengan orang-orang yang selalu sayang dan peduli dengannya
Demi Tuhan...
Aku tak pernah melewatkan atau melupakan pagi
Ketika jaripun tak sempat menyapa
Tapi hati ,pikiran, dan bibir tak pernah berhenti
Beraksara merangkai do'a
Karena hanya dengan aksara aku mencinta
Hanya dengan do'a rinduku lebih bermakna
Tuhan...
Aku menitipkan rindu lewatMu
Hanya kau yang tahu
Untuk siapa sepertiga malamku
Untuk siapa kalimat do'aku
Terimakasih perempuanku...
Tetap berdiri di sampingku
Tetap ada untuk satu titik di ruang pikirku
Catatkan lebih banyak cerita untuk satu kali hidupku
Rabu, 29 November 2017
"Aku pikir kamu dimana.. "
"Di hatimu
Di benakmu
Di pikiranmu..
Aku mengendap di sana sayang... "
"Tiap saat,
Tiap waktu..."
"Menyerbu ingatanmu..
Bersarang di tiap aliran darahmu.
Kamu terlalu ikhlas membiarkan semua rongga dan celahmu terbuka
Aku masuk dari pori mana saja yang aku suka. "
"Seperti menyulam benang menjadi sebuah sapu tangan...
Sulit bahkan tidak mungkin untuk mengurainya kembali...
Seperti itu perasaanku ke kamu..."
"Sulamlah saja sayang..
Sulamlah terus tanpa lelah
Sampai terhampar alas rebah kita
Tempat bercengkerama berbagi cerita
Tak perlu kau urai
Aku takan memintanya. "
"Seperti tanah yang pecah karena kemarau menahun...
Lalu dengan mudah menyerap milyaran rintik hujan, tak perlu hujan setahun...
Sebentar saja akan kembali liat tanahnya...
Seperti itu aku mengharap, dan mensyukuri hadirmu. "
"Akupun tak lagi bisa bermajas
Hadirmu tak terbandingkan serupa apapun
Kau menjelma mimpi
Yang membuaiku tetap terlelap
Tanpa ingin terjaga lagi... "
"Tak ingin melebihkan atau membandingkan rasa yang ada...
Pasti takkan ada yang serupa dengan rasa (ini)...
Berdiri, memandang pagi
Berharap besok bisa mengulang yang sama...
Sekedar mengingatmu saja..."
(catatan kita tentang mimpi dan pagi)
"Di hatimu
Di benakmu
Di pikiranmu..
Aku mengendap di sana sayang... "
"Tiap saat,
Tiap waktu..."
"Menyerbu ingatanmu..
Bersarang di tiap aliran darahmu.
Kamu terlalu ikhlas membiarkan semua rongga dan celahmu terbuka
Aku masuk dari pori mana saja yang aku suka. "
"Seperti menyulam benang menjadi sebuah sapu tangan...
Sulit bahkan tidak mungkin untuk mengurainya kembali...
Seperti itu perasaanku ke kamu..."
"Sulamlah saja sayang..
Sulamlah terus tanpa lelah
Sampai terhampar alas rebah kita
Tempat bercengkerama berbagi cerita
Tak perlu kau urai
Aku takan memintanya. "
Lalu dengan mudah menyerap milyaran rintik hujan, tak perlu hujan setahun...
Sebentar saja akan kembali liat tanahnya...
Seperti itu aku mengharap, dan mensyukuri hadirmu. "
"Akupun tak lagi bisa bermajas
Hadirmu tak terbandingkan serupa apapun
Kau menjelma mimpi
Yang membuaiku tetap terlelap
Tanpa ingin terjaga lagi... "
"Tak ingin melebihkan atau membandingkan rasa yang ada...
Pasti takkan ada yang serupa dengan rasa (ini)...
Berdiri, memandang pagi
Berharap besok bisa mengulang yang sama...
Sekedar mengingatmu saja..."
(catatan kita tentang mimpi dan pagi)
Selasa, 14 November 2017
"Ada hujan sayang...
Gerimis sih....
Pelan sekali jatuhnya...
Angin pun tak ada, perciknya jelas di telinga...
Seperti gila ku bicara padanya, seadanya, sekenanya...
Kuceritakan betapa sakitnya merindu,
Jangan berhenti dulu gerimisku,
Biar kutuntaskan cerita rinduku..."
"Ada alasan untuk tidak merindunya?
Bahkan belum tiba rinainya pun senyum sudah merekah
Boleh kutulis cerita, tentang hujan 10 Juli atau hujan 29 Februari
Tak peduli kapan sudi kau tiba
Rinaimu sungguh kuminta. "
Sungguh, aku mengagumi caramu merindu hujan. Yang tiap bulir-bulirnya seperti mengeja namamu perlahan. Memecah hening, melelapkan semua hasrat. Mengganti denting tifa dan genderang. Menghadirkan sunyi. Hingga yang ada hanya nyanyian kasih.
Aku mengagumi caramu mencinta hujan. Yang mengajarkan tabah. Rela sakit menghantuk tanah dan bebatu. Menimpuk reranting dan dedaun. Tapi tak lelah untuk jatuh dan jatuh berkali-kali.
Ya, aku mengagumi caramu menyanjung hujan
Karena akupun demikian
Aku melihat aku pada dirimu
Kau.. Adalah aku
Gerimis sih....
Pelan sekali jatuhnya...
Angin pun tak ada, perciknya jelas di telinga...
Seperti gila ku bicara padanya, seadanya, sekenanya...
Kuceritakan betapa sakitnya merindu,
Jangan berhenti dulu gerimisku,
Biar kutuntaskan cerita rinduku..."
"Ada alasan untuk tidak merindunya?
Bahkan belum tiba rinainya pun senyum sudah merekah
Boleh kutulis cerita, tentang hujan 10 Juli atau hujan 29 Februari
Tak peduli kapan sudi kau tiba
Rinaimu sungguh kuminta. "
Sungguh, aku mengagumi caramu merindu hujan. Yang tiap bulir-bulirnya seperti mengeja namamu perlahan. Memecah hening, melelapkan semua hasrat. Mengganti denting tifa dan genderang. Menghadirkan sunyi. Hingga yang ada hanya nyanyian kasih.
Aku mengagumi caramu mencinta hujan. Yang mengajarkan tabah. Rela sakit menghantuk tanah dan bebatu. Menimpuk reranting dan dedaun. Tapi tak lelah untuk jatuh dan jatuh berkali-kali.
Ya, aku mengagumi caramu menyanjung hujan
Karena akupun demikian
Aku melihat aku pada dirimu
Kau.. Adalah aku
Minggu, 12 November 2017
"Jujur, kalau aku harus bilang benci untuk pagi ini, aku akan bilang sekeras-kerasnya "I HATE TODAY...!!!"
Teriak sambil nangis, marah, sedih, kenapa waktu tak berpihak untuk sekedar melepas rindu....
Beberapa hari ini waktu juga tak pernah ramah untukku.....
Apa maumu?
Ingin mengajari ku sabar?
Ya Tuhan....
Kenapa rindu ini begitu berat..
Dan pagi ini terlalu hebat, terlalu kuat untuk melewatinya tanpa harus sakit merindu...
Smoga ada celah di antara rapatnya waktu yang mencoba menutup rinduku,
Smoga ada waktu..."
* * *
"Harus pulang? Sudah waktunya? Seperti ini rasanya?
Terima kasih sudah datang pagi tadi menggantikan waktu
Ada banyak cerita tersampaikan
Pulanglah..
Akan kutuliskan sepagi tadi untuk dikenangkan malam nanti
Tengkyu sunshine.. "
* * *
"Sedikit cerita untuk hari kemarin....
Berangkat menggebu untuk menjemput mimpiku...
Ya masih tentang mimpi, tentang hujan dan balkon itu...
Bercengkerama menghabiskan kata-kata...
Memeluk nyata tanpa perantara do'a....
Tapi lalu...
Beberapa waktu yang lalu emosional mengalahkan nalar...
Seperti berhenti, tinggal dalam ruang sedih, lalu mati dengan begitu perih.....
Aku mencintamu kamu tahu?
Aku merindumu kamu ngerti?...
Lihat apa di mataku?...
Jangan pulang batinku saat itu.....
Maaf, emosi mengalahkan nalarku...
Terimakasih untuk tetap memintaku bermimpi
Tentang hujan dan balkon itu...
Tetaplah berdiri utk menjadi mimpi-mimpiku...
Tetaplah untuk menjadi bagian cerita pendekku. "
* * *
"Seperti itu rasanya sepagi tadi
Munculnya seperti pasti, menggantikan waktu
Meski tak terhitung berapa ratus atau ribu detik kemudian seperti dipecundangi waktu
Lalu hanya bisa menghitung angka dalam jam
Berharap berlalu kemudian
Pagi.. Jangan bosan munculkan harapanmu"
Catatanmu...
Takkan pernah berhenti mempuisikan bait di lembar puisi hidupku
Teriak sambil nangis, marah, sedih, kenapa waktu tak berpihak untuk sekedar melepas rindu....
Beberapa hari ini waktu juga tak pernah ramah untukku.....
Apa maumu?
Ingin mengajari ku sabar?
Ya Tuhan....
Kenapa rindu ini begitu berat..
Dan pagi ini terlalu hebat, terlalu kuat untuk melewatinya tanpa harus sakit merindu...
Smoga ada celah di antara rapatnya waktu yang mencoba menutup rinduku,
Smoga ada waktu..."
* * *
"Harus pulang? Sudah waktunya? Seperti ini rasanya?
Terima kasih sudah datang pagi tadi menggantikan waktu
Ada banyak cerita tersampaikan
Pulanglah..
Akan kutuliskan sepagi tadi untuk dikenangkan malam nanti
Tengkyu sunshine.. "
* * *
"Sedikit cerita untuk hari kemarin....
Berangkat menggebu untuk menjemput mimpiku...
Ya masih tentang mimpi, tentang hujan dan balkon itu...
Bercengkerama menghabiskan kata-kata...
Memeluk nyata tanpa perantara do'a....
Tapi lalu...
Beberapa waktu yang lalu emosional mengalahkan nalar...
Seperti berhenti, tinggal dalam ruang sedih, lalu mati dengan begitu perih.....
Aku mencintamu kamu tahu?
Aku merindumu kamu ngerti?...
Lihat apa di mataku?...
Jangan pulang batinku saat itu.....
Maaf, emosi mengalahkan nalarku...
Terimakasih untuk tetap memintaku bermimpi
Tentang hujan dan balkon itu...
Tetaplah berdiri utk menjadi mimpi-mimpiku...
Tetaplah untuk menjadi bagian cerita pendekku. "
* * *
"Seperti itu rasanya sepagi tadi
Munculnya seperti pasti, menggantikan waktu
Meski tak terhitung berapa ratus atau ribu detik kemudian seperti dipecundangi waktu
Lalu hanya bisa menghitung angka dalam jam
Berharap berlalu kemudian
Pagi.. Jangan bosan munculkan harapanmu"
Catatanmu...
Takkan pernah berhenti mempuisikan bait di lembar puisi hidupku
Sabtu, 04 November 2017
"Aku titip perasaanku..
Tolong kamu simpan dan jaga baik-baik.. "
"Kenapa begitu? "
"Entahlah..
Seperti aku titipkan nyawaku padamu
Kapanpun kau bisa mengambilnya
Kapanpun kau bisa membunuhnya. "
Heningpun menyergap. Benderang purnama seakan turut menyaksikan. Dua hati bercerita tanpa aksara. Menahan degup, menekan aliran darah. Seperti berhenti tiba-tiba. Sejenak mati. Lalu terlahir kembali.
"Lihat bagaimana cara-Nya untukku menemukan rasa
Mungkin saat itu mulai berbeda
Atau bahkan mungkin jauh sebelumnya
Tapi detik pada waktu itu aku mulai meng-amin-inya
Kuceritakan pengakuanku pada-Nya
Dan makin meng-amin-inya. "
Malam menyapa. Mengirim angin dengan sepoi lirihnya. Membisikkan lembut puisi rindu. Bagi dua jiwa yang terpisah. Seperti mengingatkan, Tuhan tak pernah menciptakan segala dengan kebetulan. Tuhan selalu punya cara. Merangkul dua hati yang menguatkan cinta dalam do'a.
"Seperti mimpi..
Kamu datang saat itu, tahun lalu, atau entah berapa tepatnya waktu
Banyak hal tentangku, tentangmu yang menurutku tak terencana
Merasa berbeda.. Bernyawa
Ya.. Mencintamu tak pernah terencana.. "
Fajar tiba. Ujung dedaun mengulum bulir-bulir embun. Menggurat cahaya surya-Mu. Membias, berpendar. Ada haru terampai dalam sujud. Berharap pagi selalu menjelma. Setia menuntun kasih, menguatkan mimpi, dan menopang pengharapan.
Catatanmu di lembar kisah hidupku
Tolong kamu simpan dan jaga baik-baik.. "
"Kenapa begitu? "
"Entahlah..
Seperti aku titipkan nyawaku padamu
Kapanpun kau bisa mengambilnya
Kapanpun kau bisa membunuhnya. "
Heningpun menyergap. Benderang purnama seakan turut menyaksikan. Dua hati bercerita tanpa aksara. Menahan degup, menekan aliran darah. Seperti berhenti tiba-tiba. Sejenak mati. Lalu terlahir kembali.
"Lihat bagaimana cara-Nya untukku menemukan rasa
Mungkin saat itu mulai berbeda
Atau bahkan mungkin jauh sebelumnya
Tapi detik pada waktu itu aku mulai meng-amin-inya
Kuceritakan pengakuanku pada-Nya
Dan makin meng-amin-inya. "
Malam menyapa. Mengirim angin dengan sepoi lirihnya. Membisikkan lembut puisi rindu. Bagi dua jiwa yang terpisah. Seperti mengingatkan, Tuhan tak pernah menciptakan segala dengan kebetulan. Tuhan selalu punya cara. Merangkul dua hati yang menguatkan cinta dalam do'a.
"Seperti mimpi..
Kamu datang saat itu, tahun lalu, atau entah berapa tepatnya waktu
Banyak hal tentangku, tentangmu yang menurutku tak terencana
Merasa berbeda.. Bernyawa
Ya.. Mencintamu tak pernah terencana.. "
Fajar tiba. Ujung dedaun mengulum bulir-bulir embun. Menggurat cahaya surya-Mu. Membias, berpendar. Ada haru terampai dalam sujud. Berharap pagi selalu menjelma. Setia menuntun kasih, menguatkan mimpi, dan menopang pengharapan.
Catatanmu di lembar kisah hidupku
Selasa, 24 Oktober 2017
Mungkin aku tak sepuitis Dian Sastro Wardoyo
Ta sedalem Sapardi Djoko Damono
Menuangkan hidup, cinta dan alam dalam tulisan
Pun ta selugas Darwis Tere Liye
Mengajarkan makna rindu, hujan dan pengharapan
Aku hanya perempuan biasa
Yang dengan seluruh hati
Menikmati caramu mencintaku,
Mencinta Tuhan,
Dan memelukku dalam dekap do'amu sepanjang waktu
Ada senyum, canda berselimut bahagia
Ada haru, lara tersembunyi dalam kecewa
Pun duka, air mata mengiring keraguan
Tapi mata tua mu selalu mengajarkan
Arti sabar yang tanpa batas
Menatapku lekat seraya berbisik
'Percayalah.. '
Aku percaya
Ta sedalem Sapardi Djoko Damono
Menuangkan hidup, cinta dan alam dalam tulisan
Pun ta selugas Darwis Tere Liye
Mengajarkan makna rindu, hujan dan pengharapan
Aku hanya perempuan biasa
Yang dengan seluruh hati
Menikmati caramu mencintaku,
Mencinta Tuhan,
Dan memelukku dalam dekap do'amu sepanjang waktu
Ada senyum, canda berselimut bahagia
Ada haru, lara tersembunyi dalam kecewa
Pun duka, air mata mengiring keraguan
Tapi mata tua mu selalu mengajarkan
Arti sabar yang tanpa batas
Menatapku lekat seraya berbisik
'Percayalah.. '
Aku percaya
Senin, 16 Oktober 2017
Senin, 09 Oktober 2017
"Snow is falling from the sky
In the middle of July
Sun was shining in my eyes again last night.. "
(Stranger by The Day - Shades Apart)
Gemar nikmatin lirik dan nada ini jaman itu. Lagunya keren, easy listening, ada aksara July juga. Bulan paling fenomenal dalam hidup.
"As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends.. "
(Wake Me Up When September Ends - Greenday)
Sebuah ode, tembang sedih mengenang kematian seseorang. Tak pernah cukup hanya diratapi, diingat seumur hidup, pun ditangisi sampai akhir hayat. Rasa kehilangan yang mendalam, ditumpahkan dalam karya, dikenal semesta. Abadi adanya.
"Cause nothing lasts forever
And we both know heart can change
It's hard to hold a candle
In the cold November rain.. "
(November Rain - Gun's N Roses)
Seperti dikata just like season, people change. Orang-orang datang dan pergi dalam hidup kita. Ada yang membawa cinta, menebar luka, manjadi berkah, pun menguji kesabaran, bahkan tempat berkaca dan belajar dari peristiwa, sebagai bekal kita bertumbuh lebih bijak dan dewasa. Seringkali melepaskan adalah bagian tersulit saat kita telah menjatuhkan pilihan. Tetapi seumur hidup itu terlalu lama untuk sekedar bertahan. Yang happy ending itu hanya film dan dongeng. Tak perlu muluk-muluk mencita-citakan hidup dan mengelu-elukan cinta. Lepaskan yang membebani dan beri ruang untuk yang peduli. Kemarau setahun akan kuyup oleh gerimis sehari. Percayalah.
"Malam ini di tepi pantai aku menangis
Tanpa dirimu dekat di mataku
Aku bagai ombak tanpa lautan
Kembalilah kasih.. "
(Anyer, 10 Maret - Slank)
Banyak cara seseorang memaknai momen penting dalam hidup. Diabadikan dalam gambar, lukisan, puisi, lagu atau karya yang lain. Lagu-lagu oldies era '80-an juga banyak mengusung nama Bulan, seperti 'Januari yang Biru', 'Desember Kelabu'
Kalo nurutin momen, semua Bulan dalam setahun bisa jadi lagu semua kali ya. Kebetulan saja aku bukan komposer. Semua cerita cukup ditorehkan dalam tulisan saja, setidaknya mengurangi isi otak yang makin lemah bekerja menyimpannya. Pun misalkan dilahirkan sebagai atau paling tidak berbakat sutradara, mungkin bisa bikin film yang lebih laris dari 'My Sweet November' yang dibintangi aktor ganteng mas Keanu Reeves.
Ah.. Semua hanya sekedar nama Bulan. Kalo pengen seperti orang kebanyakan pun, aku juga bisa lebay. Tiap awal bulan menyambut dengan sukacita 'Hello April.. Hello May.. Welcome June.. Hi July.. ' dst.
In the middle of July
Sun was shining in my eyes again last night.. "
(Stranger by The Day - Shades Apart)
Gemar nikmatin lirik dan nada ini jaman itu. Lagunya keren, easy listening, ada aksara July juga. Bulan paling fenomenal dalam hidup.
"As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends.. "
(Wake Me Up When September Ends - Greenday)
Sebuah ode, tembang sedih mengenang kematian seseorang. Tak pernah cukup hanya diratapi, diingat seumur hidup, pun ditangisi sampai akhir hayat. Rasa kehilangan yang mendalam, ditumpahkan dalam karya, dikenal semesta. Abadi adanya.
"Cause nothing lasts forever
And we both know heart can change
It's hard to hold a candle
In the cold November rain.. "
(November Rain - Gun's N Roses)
Seperti dikata just like season, people change. Orang-orang datang dan pergi dalam hidup kita. Ada yang membawa cinta, menebar luka, manjadi berkah, pun menguji kesabaran, bahkan tempat berkaca dan belajar dari peristiwa, sebagai bekal kita bertumbuh lebih bijak dan dewasa. Seringkali melepaskan adalah bagian tersulit saat kita telah menjatuhkan pilihan. Tetapi seumur hidup itu terlalu lama untuk sekedar bertahan. Yang happy ending itu hanya film dan dongeng. Tak perlu muluk-muluk mencita-citakan hidup dan mengelu-elukan cinta. Lepaskan yang membebani dan beri ruang untuk yang peduli. Kemarau setahun akan kuyup oleh gerimis sehari. Percayalah.
"Malam ini di tepi pantai aku menangis
Tanpa dirimu dekat di mataku
Aku bagai ombak tanpa lautan
Kembalilah kasih.. "
(Anyer, 10 Maret - Slank)
Banyak cara seseorang memaknai momen penting dalam hidup. Diabadikan dalam gambar, lukisan, puisi, lagu atau karya yang lain. Lagu-lagu oldies era '80-an juga banyak mengusung nama Bulan, seperti 'Januari yang Biru', 'Desember Kelabu'
Kalo nurutin momen, semua Bulan dalam setahun bisa jadi lagu semua kali ya. Kebetulan saja aku bukan komposer. Semua cerita cukup ditorehkan dalam tulisan saja, setidaknya mengurangi isi otak yang makin lemah bekerja menyimpannya. Pun misalkan dilahirkan sebagai atau paling tidak berbakat sutradara, mungkin bisa bikin film yang lebih laris dari 'My Sweet November' yang dibintangi aktor ganteng mas Keanu Reeves.
Ah.. Semua hanya sekedar nama Bulan. Kalo pengen seperti orang kebanyakan pun, aku juga bisa lebay. Tiap awal bulan menyambut dengan sukacita 'Hello April.. Hello May.. Welcome June.. Hi July.. ' dst.
Jumat, 06 Oktober 2017
If you came to love
You can come and come again
I will be waiting for your soul
If you came to hurt
You can come and come still
As the pain has being healed by itself
If you came to leave
You too can come again
Your heart stay
If you came to kill
I assure you can even come still
I'll be reborn to love
You can come and come again
I will be waiting for your soul
If you came to hurt
You can come and come still
As the pain has being healed by itself
If you came to leave
You too can come again
Your heart stay
If you came to kill
I assure you can even come still
I'll be reborn to love
Selasa, 03 Oktober 2017
Jumat, 29 September 2017
I Love Malang
Empat tahun sejatinya sudah cukup baginya untuk menyandang gelar sarjana, menyelesaikan seluruh study nya, dan lulus dengan predikat cumlaude. Tetapi dia selalu dan selalu, berangan-angan lulus dari sekolah tinggi untuk langsung mengenal dunia kerja. Berkaca dari kakak kelas dan juga anak tetangga, yang kebetulan selepas wisuda lalu diam di rumah. Dia tak ingin mengecewakan orang tuanya, yang bersusah payah sekian tahun mengupayakan biaya untuk pendidikannya. Thesis nya ditunda, untuk berburu lowongan pekerjaan. Entah kenapa, keberuntungan selalu berpihak padanya. Bersaing dengan banyak lulusan fakultas ilmu keguruan, dia terpilih seleksi untuk menjadi instruktur bahasa asing di sebuah lembaga pendidikan teknik diploma. Tanpa berpikir 'money oriented' dia menandatangani sebuah perjanjian kontrak kerja, dengan jam dan hari kerja serta bahan ajar yang sudah ditentukan dalam pasal.
Jalan ini menjadi saksi, perjuangan dan sukacitanya dalam episode hidup berantaunya. Betapa tidak, saat harus mengikuti materi Listening ataupun Ear and Speech Training, dia harus menuju laboratorium bahasa. Yang dari rumah kos berjarak sekitar 15km, ditempuh dengan angkutan umum yang tempat penurunan terakhirnya di jl. Kawi. Lab. Bahasa di jl. Semeru ditempuhnya dengan jalan kaki melewati separuh dari panjangnya seluruh jl. Ijen ini. Konon di sini adalah rumah-rumah elite milik pejabat pemerintah, konglomerat ataupun ekspatriat. Tertata rapi bangunan besar, luas dan kuno jaman Belanda orang-orang menyebutnya. Tak ada rasa lelah menghabiskan tenaga menyusuri jalan ini. Meski sesampainya di tujuan banyak peluh yang harus diusap. Hijaunya taman di samping kanan dan kiri serta median jalan, hanya menambah semangat yang muda untuk berkarya. Coba pada masa itu sudah ada gadget, pastilah tempat ini jadi photo spot asik untul berselfie dan wefie ria.
*
Banyak cerita haru, sedih, bahagia, lucu bahkan konyol mewarnai seluruh hidupnya di masa itu. Ya.. Dia mengklaim 'masa yang paling indah adalah masa kuliah'. Meski orang kebanyakan menyebut masa SMA.
Saat itu melihat tempat ini seperti mimpi. Berpikir tak akan cukup isi kantongnya untuk melunasi bill makanan n minuman yang dipesan. Sebuah bakery sekaligus resto berkonsep rumah. Ya, ini memang sebuah rumah kediaman, yang ruang nya tidak banyak dirubah. Masih terlihat jelas bentuk ruang tamu, ruang tengah, dapur bahkan toilet dan carport samping. Hanya interior dan furnitur saja yang diatur sedemikian rupa sebagai tempat makan. Ada beberapa meja yang tersebar di seluruh ruangan, dengan kursi memgelilinginya. Bermacam bentuk dan bahan kursi, menjadi pilihan pengunjung, di mana ingin membangkitkan selera makan atau nongkrongnya. Ada beberapa set sofa besar memenuhi sudut ruangan, ada kursi kayu bentuk bulat ataupun persegi, ada juga mini bar dengan kursi berkaki tinggi. Dan di samping, ruang yang mestinya carport, dipenuhi 2 set meja dan kursi rotan bulat rendah, masing-masing dikelilingi 4 kursi. Di sana swlalu terlihat mobil mewah, pengunjung yang berpakain rapi, tak jarang para turis mancanegara. Dalam benaknya "pasti daftar menunya berlabel dolar, bukan rupiah". Iya.. Sesederhana itu cara berpikir seseorang yang belum punya pengalaman menerima gaji setelah sebulan penuh bekerja.
Lima tahun terakhir, ruas jalan ini berubah begini. Tidak merubah jalannya, hanya di salah satu ujungnya dibangun minipark dan monumen tajuk jalan. Sebagai penanda dan icon kota untuk lebih mudah diingat dan diabadikan. Rumah-rumah di sepanjang jaan inipun sudah banyak berubah tampak depan bahkan keselurahan bangunannya, begitu pula pemiliknya. Pernah terdengar juga selentingan, salah satu dan dua menjadi milik artis dan pemain bola terkenal.
Malang
Orang selalu menyebutnya kota dingin dan kota bunga. Sebelum berdirinya pemerintahan baru, Kota Batu, seluruh tempat wisata dan potensinya masih dikenal sebagai malang. Apel Malang, payung Malang dan banyak lagi yang sampai saat ini identik dengan Malang.
Di sana masa dewasa sang gadis desa ditempa. Pengalaman dan kenangan juga banyak yang disimpan, diceritakan pun dituliskannya. Banyak mimpi yang masih belum tergapai di sana. Dia pernah bercita-cita menjadi bagian dari Malang. Menjadi warga, menetap dan mencintai kota itu sampai akhir hayat.
Senin, 25 September 2017
Ada yang luruh bersama bulir-bulir yang meleleh di ujung mata
Menitip aksara yang tak mampu diungkap semesta
Sekeras ombak yang berupaya menghantam
Tah runtuh juga tebing di tepian samudera
Selemah angin menyapu pasir pantai
Tak kuasa menghilang
Makin menyebar
Menebar tabah
Menunggu gulungan ombak
Mengombang-ambingkan nya
Terbawa
Dan menepikannya kembali
Ada jejak yang ingin kuabadikan
Kulukis lalu kubingkai
Untuk cerita anak cucu saat menua kelak
'ibu pernah di sini nak..'
Cinta selalu pandai mengukir waktu
Menembus ruang
Mengabaikan jarak
Melara dan meradang sendiri bersama mimpi
Saat gelap menjelang
Lagu rindu makin nyaring
Bait puisiku seringkali tak berrima
Bila kau tanya untuk siapa?
'untuk.. Ayah nak.. '
Senin, 18 September 2017
Bila tak ingat lelah
Ingin rasanya menangis saja
Berhari-hari tanpa henti
Pun saat tak ingat dosa
Ingin rasanya pergi saja
Ke sudut ruang yang jauh
Yang hanya ada angin dan suara gemericik air di ladang
Yang tak seorangpun kuijinkan meramaikan sepiku
Meninggalkan hingar bingar bumi
Dan hiruk pikuk nya hari
Aku perempuan biasa..
Yang dalam lemah tak berdayaku
Memimpikan uluran lembut
Lengan yang memelukku hangat
Bahu tempatku bersandar
Pangkuan tempatku menumpahkan isak
Lalu hening mengingatkanku
Tak perlu menunggu
Kekuatan itu adalah dirimu sendiri
Gulita ini akan segera menepi
Berganti benderang di ujung fajar
Begitulah pagi tak pernah ingkar
Selalu hadir tepat pada saatnya
Belajar pada pagi
Yang selalu setia menawarkan harapan baru
Aku beranjak
Memapah hati
Bergumam lirih
'Never ask people to stay and care
Count on yourself. '
Ingin rasanya menangis saja
Berhari-hari tanpa henti
Pun saat tak ingat dosa
Ingin rasanya pergi saja
Ke sudut ruang yang jauh
Yang hanya ada angin dan suara gemericik air di ladang
Yang tak seorangpun kuijinkan meramaikan sepiku
Meninggalkan hingar bingar bumi
Dan hiruk pikuk nya hari
Aku perempuan biasa..
Yang dalam lemah tak berdayaku
Memimpikan uluran lembut
Lengan yang memelukku hangat
Bahu tempatku bersandar
Pangkuan tempatku menumpahkan isak
Lalu hening mengingatkanku
Tak perlu menunggu
Kekuatan itu adalah dirimu sendiri
Gulita ini akan segera menepi
Berganti benderang di ujung fajar
Begitulah pagi tak pernah ingkar
Selalu hadir tepat pada saatnya
Belajar pada pagi
Yang selalu setia menawarkan harapan baru
Aku beranjak
Memapah hati
Bergumam lirih
'Never ask people to stay and care
Count on yourself. '
Minggu, 17 September 2017
Ngelangut...
Nakokake sepi
Apa ana janji kang bakal cidra
Kekarepan kang adoh saka nyata
Semiliring angin angumbara
Ananing rasa
Tuwuh tresna
Mekar ing asmara
Wengi sejatine andarbeni
Ati kang nandang lara lapa
Gegayuhanku mung sliramu
Tak impi rina lan wengi
Katembang ing panyuwun lan kidung wuyungku
Mugi kapireng dumateng Gusti Kang Murbeng Dumadi
Nakokake sepi
Apa ana janji kang bakal cidra
Kekarepan kang adoh saka nyata
Semiliring angin angumbara
Ananing rasa
Tuwuh tresna
Mekar ing asmara
Wengi sejatine andarbeni
Ati kang nandang lara lapa
Gegayuhanku mung sliramu
Tak impi rina lan wengi
Katembang ing panyuwun lan kidung wuyungku
Mugi kapireng dumateng Gusti Kang Murbeng Dumadi
Jumat, 08 September 2017
Sepagi hutan.. Bersama rimbun dedaun
Hijau, kuning dan kecoklatan
Yang meliuk gemulai diterpa angin
Yang tegak menjulang menantang matahari
Pun yang tergeletak tak berdaya
Bahkan bebatuan pun enggan mengajak bercanda
Begitu rinduku pada alam
Menghirup aroma basah tanah
Mengernyit menghitung tiap gemericik riak
Pun derasnya air terjun yang memukul permukaan sungai
Dan sesekali mendesah pelan
Bersama suara burung dan pengerat bersahutan
Begitu rinduku pada alam
Yang tak cukup kubingkai dengan kamera cinta
Tak pula cukup kulukis dengan crayon kasih
Alam mengajarkanku bermimpi
Mengurai peristiwa kemarin
Dan merenda kembali perca-perca kasih yang bertebaran
Alam mengajarkanku percaya
Setelah gelap menggelayut
Menguras peluh dan penat tiada henti
Pagi akan selalu singgah
Menyapa
Alam mengajarkanku menangis
Sedih lara yang diratapi
Pun seisak-isaknya haru penuh bahagia
Hanya alam yang paling sederhana kejujurannya
Selalu menjanjikan angin sang sahabat bagi jiwa yang sepi
Menjanjikan hujan, bagi hati yang kerontang
Menjanjikan tenang bagi mereka yang patah
Alam.. Boleh kubingkai kau sekali lagi?
Rabu, 30 Agustus 2017
And it's hard at the end of the day
I need some distractions
O beautiful release..
(Angel; Sarah McClachan)
Semua orang menginginkan harinya baik. Menjelang berangkat menuju peraduan, tentulah do'a-do'a dipanjatkan. Untuk diri, orang-orang terkasih, dan untuk esok yang masih penuh harapan. Mungkin ada beberapa yang ingin mati saja hari ini, karena merasa telah usai tugas-tugasnya di dunia, bersiap diambil Tuhan secepatnya. Pun ada yang ingin mati segera, karena terlalu pelik beban hidup tak kuasa ditanggungnya. Ada pula yang berharap esok tak pernah ada, semua dicukupkan hari ini saja. Tapi aku, dan banyak lagi umat sepertinya tak berhenti berharap, untuk diberi kesempatan melihat pagi, hari baru dengan harapan baru.
Boleh aku mengoceh saja, di setiap membuka mata setelah sejenak dibuai lelap, hanya tergambar cita-cita yang ingin kugapai. Setidaknya sederhana saja, melakukan rutinitas dengan senyum dan cinta, tanpa cela di sana-sini. Ya.. Just simply making a good day. Meski pada kenyataannya banyak hal yang akan terjadi, banyak orang yang akan ditemui, banyak tempat yang harus dikunjungi, dan hal buruk bisa menimpa kapan saja. Siapa yang bisa menolak? Serapi apapun rencana kita, selurus apapun jalan yang kita lalui, tetap saja akan bertemu dengan sesuatu yang 'kebetulan' atau 'tidak sengaja'. Slip of the toungue yang menyinggung, beda pendapat, selisih paham, atau bahkan perilaku yang melukai tak dapat dinafikkan begitu saja. Ada hal berat yang membuat kita kadang tak mudah mengendalikan diri. Pun ada kalanya meminta maaf menjadi tak berarti. Meski sering belajar dan diajarkan 'terima kasih' dan 'maaf' harus menjadi tradisi dan kosakata terkaya yang harus diucapkan setiap hari.
Aku selalu rindu kopi saat harus mengakhiri hari.
FilosofiKopi; Hirup untuk ketenangan, sesap untuk kenikmatan, dan habiskan untuk menemukan dirimu tenggelam di dalamnya
Ya, saat menjemput gelap, sejatinya hanya jiwa-jiwa yang tenang yang bisa memaknai lelah. Menggantung kisah seharian, dan membiarkannya jatuh dalam cumbuan senja. Menikmati isi rumah dan menyaksikan anak-anak bersenda di beranda.
FilosofiKopi; setelah seharian bekerja dengan hati, saatnya menikmati yang tersisa dari hari. Jangan sampai tidak. Ingat, kita ini manusia, bukan sapi
Tetapi ada kalanya yang sederhana terabaikan, karena yang rumit lebih mengacau hati. Antara ketidaktahuan untuk berbuat apa, dan keterbatasan untuk melupakan masalah.
FilosofiKopi; sesekali akan ada hal yang tergeletak di suatu sudut di satu waktu, menanti kau menoleh ke arahnya dan menyadari keberadaannya. Ia yang mempunyai rasa. Ia yang memiliki nyawa. Jangan sampai kau lewatkan
Di bagian ini yang menguatkan. Seburuk apapun hari kita, bersyukur selalu masih dikelilingi orang-orang terkasih. Yang mengingatkan kita saat lupa diri. Yang mendo'akan saat bibir kita tak mampu berucap pinta. Dan yang menggenggam saat kita berasa terpuruk.
There's always bad things happen in a day
We need nothing but keep going on
Life is too short to be unhappy
FilosofiKopi; ada dua hal penting yang membuat hari kamu lebih baik. Cinta dan kopi. Dapatkan keduanya.
I need some distractions
O beautiful release..
(Angel; Sarah McClachan)
Semua orang menginginkan harinya baik. Menjelang berangkat menuju peraduan, tentulah do'a-do'a dipanjatkan. Untuk diri, orang-orang terkasih, dan untuk esok yang masih penuh harapan. Mungkin ada beberapa yang ingin mati saja hari ini, karena merasa telah usai tugas-tugasnya di dunia, bersiap diambil Tuhan secepatnya. Pun ada yang ingin mati segera, karena terlalu pelik beban hidup tak kuasa ditanggungnya. Ada pula yang berharap esok tak pernah ada, semua dicukupkan hari ini saja. Tapi aku, dan banyak lagi umat sepertinya tak berhenti berharap, untuk diberi kesempatan melihat pagi, hari baru dengan harapan baru.
Boleh aku mengoceh saja, di setiap membuka mata setelah sejenak dibuai lelap, hanya tergambar cita-cita yang ingin kugapai. Setidaknya sederhana saja, melakukan rutinitas dengan senyum dan cinta, tanpa cela di sana-sini. Ya.. Just simply making a good day. Meski pada kenyataannya banyak hal yang akan terjadi, banyak orang yang akan ditemui, banyak tempat yang harus dikunjungi, dan hal buruk bisa menimpa kapan saja. Siapa yang bisa menolak? Serapi apapun rencana kita, selurus apapun jalan yang kita lalui, tetap saja akan bertemu dengan sesuatu yang 'kebetulan' atau 'tidak sengaja'. Slip of the toungue yang menyinggung, beda pendapat, selisih paham, atau bahkan perilaku yang melukai tak dapat dinafikkan begitu saja. Ada hal berat yang membuat kita kadang tak mudah mengendalikan diri. Pun ada kalanya meminta maaf menjadi tak berarti. Meski sering belajar dan diajarkan 'terima kasih' dan 'maaf' harus menjadi tradisi dan kosakata terkaya yang harus diucapkan setiap hari.
Aku selalu rindu kopi saat harus mengakhiri hari.
FilosofiKopi; Hirup untuk ketenangan, sesap untuk kenikmatan, dan habiskan untuk menemukan dirimu tenggelam di dalamnya
Ya, saat menjemput gelap, sejatinya hanya jiwa-jiwa yang tenang yang bisa memaknai lelah. Menggantung kisah seharian, dan membiarkannya jatuh dalam cumbuan senja. Menikmati isi rumah dan menyaksikan anak-anak bersenda di beranda.
FilosofiKopi; setelah seharian bekerja dengan hati, saatnya menikmati yang tersisa dari hari. Jangan sampai tidak. Ingat, kita ini manusia, bukan sapi
Tetapi ada kalanya yang sederhana terabaikan, karena yang rumit lebih mengacau hati. Antara ketidaktahuan untuk berbuat apa, dan keterbatasan untuk melupakan masalah.
FilosofiKopi; sesekali akan ada hal yang tergeletak di suatu sudut di satu waktu, menanti kau menoleh ke arahnya dan menyadari keberadaannya. Ia yang mempunyai rasa. Ia yang memiliki nyawa. Jangan sampai kau lewatkan
Di bagian ini yang menguatkan. Seburuk apapun hari kita, bersyukur selalu masih dikelilingi orang-orang terkasih. Yang mengingatkan kita saat lupa diri. Yang mendo'akan saat bibir kita tak mampu berucap pinta. Dan yang menggenggam saat kita berasa terpuruk.
There's always bad things happen in a day
We need nothing but keep going on
Life is too short to be unhappy
FilosofiKopi; ada dua hal penting yang membuat hari kamu lebih baik. Cinta dan kopi. Dapatkan keduanya.
Selasa, 29 Agustus 2017
NekBinek
Distance doesn't matter, love conquers all
Frasa itu berasa makjleb bagiku. Dan aku selalu tersenyum renyah mengejanya.
Betapa tidak? Puluhan, ratusan bahkan ribuan mil terpisah, tapi kita hampir tak punya waktu terbuang sia-sia. Setiap saat selalu ada cerita, tawa, pelajaran berharga yang kita bagi. Setiap hari tak ada sepi, meski sekedar terlewati dengan sapaan good morning, I miss u atau I love u.
Berbulan sebelum menjelang hari kebersamaan itu, banyak rencana yang kita pikirkan bersama. Mencari tempat, waktu, menu, dan juga dress code. Ah... Haru birunya tak henti terbayang.
Ngoceh ribuan kalimat sampai menjelang subuh menjadi kebiasaan yang tak terelakkan. Excitement yang kami rasakan tak ada beda. Hanya satu keinginan. Pertemanan yang tulus, tanpa nohok kanan kiri, nusuk depan belakang. Ya.. Berkawan sampai tua.
Latar belakang boleh beda. Jaman dulu pun tak pernah akrab, tak menjadikan kita apalah. Justru semua menjadi awal kebersamaan yang nyata.
Musik era 90an, cerita jadul tentang dosen, teman sekampus dan para mantan, tak bosan mengelilingi hari2 kita bercengkerama.
Tempat wisata, kedai kuliner, spot foto, hanya sekedar media penyambung rindu. Selebihnya, hanya cinta yang bercerita. Pelukan hangat, saling mengasihi dan saling menguatkan, itulah cita-cita kami.
Bersyukur Tuhan punya cara, punya waktu yang selalu diberpihakkan pada kita.
Yes.. We are moms. Tiap helaan nafas, detak jantung, cucuran peluh dan isak setiap saat untuk keluarga, rumah, kerjaan dan anak-anak. Tak pelak, setiap hal kecil tentang ini semua juga kita bagi. Buat kami family is the greatest treasure to keep firmed and happy. Bila memutuskan untuk hang out ngejomblo, bukan berarti mengabaikan itu semua. Hanya sejenak melepas penat, melupakan rutinitas, refreshing mind n heart, mencumbu alam, releasing distresses, dan menertawai 'Diet? Sudah lupa tuh'.
Ada tawa yang pecah saat salah seorang dari kami berkelakar tentang kebiasaannya ngerumpi di kantor. Topik 'men are stupid' jadi bahan diskusi yang menantang. Membangun komitmen dari rasa percaya dan menghargai pasangan. Berbagi cara mengatasi selisih pendapat dan debat yang tak perlu. Everything needs to run by process. Ini lesson yang kita pelajari bersama. Yang tak didapat di sekolah dan college manapun.
Tangis sedih juga sering kita rasakan, saat beberapa dari kami sedang tak sehat. Kala anak-anak terserang penyakit. A mom is the best medicine of all, menjadi kekuatan bagi kami untuk terus belajar menjadi super mama.
Usia kita sudah hampir setengah abad. Dan kita tak pernah menolak menjadi tua. Tips sarapan, exercises, merawat tubuh dan kecantikan, juga menjadi obrolan keren kami setiap saat. Kelakar tentang lain jenis selalu melebarkan tawa kami. Ada hal yang mungkin tak dapat kami tolak, dan menjadikannya wajar. Saat berbagi foto pria di halaman chat group. Sejenak menenggelamkan rasa jenuh. Pun lesson 'learning life in a hard way' kita tangguhkan, sekedar menikmati gurau tentang performance para lelaki.
Beberapa dari kami adalah single parents. Dan candaan tentang pria menjadi hal menarik untuk diteruskan. Ah.. Kalian selalu menghibur. Satu kalimat saja ya.. 'ngga ada loe ngga rame' seperti ngutip sebuah iklan.
Kami menyebut diri 'nekbinek' diambil dari bahasa Madura yang artinya para perempuan. Kami berasal dari berbagai macam profesi. Beberapa dari kami memilih dan diberi rizki untuk berkarir di instansi pemerintah maupun swasta, selebihnya self employement. Beberapa dari kami juga guru les, dan tak lupa, ada good bakers yang selalu berbagi resep kue dan makanan. Hmm.. Makan. Yang satu ini pasti bukan hanya hobi. Justru ini yang paling menyatukan kita. Ketemu, ngerumpi, dan..makan.
Semoga tak lekang pertemanan ini. Tak ada yang kami takutkan lagi meneruskan sisa usia yang tanpa tau sampai selama apa. Menjaga sehat lebih lama, menciptakan bahagia di manapun berada, akan menjadi cita2 indah kami bersama.
Terimakasih Tuhan, Kau masih mengijinkan kami untuk selalu dikelilingi sukacita.
August 2017
Minggu, 18 Juni 2017
"Kau akan terus hidup. Berjanjilah kau akan terus hidup. Kau akan punya anak-anak. Dan kau akan mati sebagai wanita tua, di pembaringanmu yang hangat. Berjanjilah padaku. " Jack Dawson
"Tak akan pernah ditemukan apapun tentang Jack. Aku juga tak pernah membicarakan tentang dia setelah itu. Kepada siapapun. Bahkan pada kakekmu, aku tak pernah bercerita tentang dia. Hati wanita adalah rahasia lautan yang paling dalam. Tapi pernah ada seorang Jack dalam hidupku. Dan dia hanya hidup, akan tetap hidup dalam kenanganku. " Rose Dawson
Rabu, 14 Juni 2017
Ed Sheeran - Thinking Out Loud [Official Video]
Baby, we find love right where we are...
begini caraku menikmati mendung
begini caraku menikmati mendung
Rabu, 31 Mei 2017
Masih tercecar oleh pagi
Yang tak lelah membilang hening
Tak pernah bosan memilah genap dan ganjilnya angka
Dan semua masih tentang rindu
Pagi..
Kau boleh mengintip
Dari kisi hati yang paling tersembunyi
Namun matamu
Yang layu
Menggurat kejujuran
Yang paling jujur
Tentang sebuah ketulusan kasih
Pagi..
Kau ajarkan aku
Segala tentang akhir adalah mula
Lembar baru serupa kanvas putih
Yang rela dinodai coretan pena
Pagi..
Ijinkan aku
Merangkai bait
Dari rima yang paling sederhana
Sesederhana caraku mencintamu
Jariku tak akan berhenti
Menoreh, mewarna, mempuisikan rindu
Yang nyalang, yang hilang
Pun yang hanya bayang
Pagi..
Biar kujejak selalu
Langkah yang pernah ada
Kini lebih riuh dari segala keramaian sunyi
Karenamu
Terima kasih pagi
Ketakacuhanmu melengkapiku
Yang tak lelah membilang hening
Tak pernah bosan memilah genap dan ganjilnya angka
Dan semua masih tentang rindu
Pagi..
Kau boleh mengintip
Dari kisi hati yang paling tersembunyi
Namun matamu
Yang layu
Menggurat kejujuran
Yang paling jujur
Tentang sebuah ketulusan kasih
Pagi..
Kau ajarkan aku
Segala tentang akhir adalah mula
Lembar baru serupa kanvas putih
Yang rela dinodai coretan pena
Pagi..
Ijinkan aku
Merangkai bait
Dari rima yang paling sederhana
Sesederhana caraku mencintamu
Jariku tak akan berhenti
Menoreh, mewarna, mempuisikan rindu
Yang nyalang, yang hilang
Pun yang hanya bayang
Pagi..
Biar kujejak selalu
Langkah yang pernah ada
Kini lebih riuh dari segala keramaian sunyi
Karenamu
Terima kasih pagi
Ketakacuhanmu melengkapiku
Selasa, 09 Mei 2017
Pagi..
Kudapati sapamu beberapa menit lalu
Kau sebut bait luka, durja
Yang sekilas leleh kubaca
Benar kau kata
Pagi..
Mungkin kali ini masih sama
Seperti pagi kemarin, lusa atau esok dan esoknya lagi
Tapi biar kurasa beda
Karena kau ada
Bila boleh meminta
Ijinkan aku menitip mimpi di matamu
Karena di sana kau simpan
Smua mimpi tentang aku
Tentang kita
Dan tentang pagi yang selalu kita nanti
Pagi..
Kusambut kau dengan senyum
Teriring untaian syukur
Kau warnai hari kami dengan cinta
Kudapati sapamu beberapa menit lalu
Kau sebut bait luka, durja
Yang sekilas leleh kubaca
Benar kau kata
Pagi..
Mungkin kali ini masih sama
Seperti pagi kemarin, lusa atau esok dan esoknya lagi
Tapi biar kurasa beda
Karena kau ada
Bila boleh meminta
Ijinkan aku menitip mimpi di matamu
Karena di sana kau simpan
Smua mimpi tentang aku
Tentang kita
Dan tentang pagi yang selalu kita nanti
Pagi..
Kusambut kau dengan senyum
Teriring untaian syukur
Kau warnai hari kami dengan cinta
Langganan:
Postingan (Atom)
Rindu Sawah
" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...
-
"Aku hanya ga habis fikir mba. Aku sebenarnya salah apa. Apa aku pernah ga sengaja membuat dia tersinggung. Ato apa. Ah entahlah....








