When u say it...
It sounds like a melody from heaven.
I feel so high,...
But sometimes I feel the pain,
It was too hurt to imagine...
Why?....
I don't know
And I do not need to find the answer.
I just wanna say Aamiin n Alhamdulillah
When I hear an Angel sing it for me.
Thank you for being my morning, my dream in every I close my eyes.
Thank you for still being here....
You're the only reason I beg to be able to open my eyes again after my sleep
It's a touch when I feel bad
It's a smile when I get mad
All the little things I am
Everyday I loveU...
πΆπ
June29, 23.55
Describing me in the expressions of things, places n people around. In life, I might leave. In love, I might suffer. In line, I might disconnect. With this, I conquer all
Jumat, 29 Juni 2018
Kamis, 28 Juni 2018
Sabtu, 23 Juni 2018
WHEN PRAYERS BECOME DREAM
AND DREAMS BECOME PRAYERS
Tugas.
Tapi gak ngawal.
Rombongan 1 bus, kamu pakai seragam warna khaky, kerudung merah bermotif, kacamata baca yang gak pernah lepas.
Duduk aja kamu di bangku deretan depan sebelah kanan.
Aku di belakangmu sebelah kiri.
Tapi masih bisa lihat kamu dari samping.
Aku lihat kamu terus.
Tapi kamu gak sama skali.
Turun di perkebunan kopi.
Aku sama teman-temanku. Kamu sendirian jalan-jalan, lihat-lihat sekeliling.
Di tengah kebun ada kedai kopi (batinku, kayak pernah kesana sama kamu).
Kamu berhenti, duduk di kedai, lihat menu, pesan.
Sementara aku lihatin kamu terus, dan kamu tetap gak menoleh ke arahku.
Pesananmu jadi, seperti biasa kamu ciumi aromanya lalu minum dengan sendok kecil, sekali aja.
Dan akhirnya kamu menoleh ke arahku sekilas, with no expression.
Setelah itu, kamu ambil kayak buku catatan kecil se telapak tangan, kamu buka, baca, serius.
Aku kepingin tahu, tak samperin ke tempatmu, tapi jarak beberapa meter sebelum aku sampai, kamu beranjak.
Sedih,...
Sediiih banget.
Kamu pindah ke bangku taman di depan swalayan atau mirip indomaret.
Aku masuk aja ke toko itu, beli teh botol less sugar, 2. Maksud ku buat kamu 1.
Keluar toko, lihat kamu dari belakang, kamu baca selembar kertas ada catatan di sana.
Tak samperin, maksud ku juga ingin tahu apa isi catatan itu.
Tak sapa dulu dari belakangmu "Ngapain?"...
Lalu kamu sedikit kaget, bergegas lipat catatan dimasukkan ke buku lagi sambil bilang "Hey,... Aku ke ATM dulu ya...."
Kamu pergi, sambil jalan ke arah ATM.
Kaget, sedih, nangis....
Kebangun....
*****
Gak tahu jam berapa baru bisa merem,
"Ngapain?", tanyaku.
"Bikin tart", katamu.
"Tinggal sepotong gitu, buat aku?", aku sambil nunjuk sepotong roti bertopping parutan keju di atas piring berbahan mika di depanmu.
"Bukan, punyamu sudah kan?".
"Terus kotak kecil itu?".
"He'em, mau ta kasih nanti bareng sama roti ini", jawabmu sambil meraih kotak kecil terbungkus kertas kado lucu.
"Ooo, nggih".
"Hihihi, nyoba-nyoba. Semoga suka", katamu sambil beberapa kali ambil gambar kue itu.
Entah di mana, waktu itu hanya ada kamu, aku, sepotong kue, dan kotak kado kecil itu.
........................
Bangun, kaget dengar adzan, lihat henfon, baca teksmu "Sudah sahur?" yang terkirim jam 3.36.
Alhamdulillah,
Sempat sahur lebih awal.
Bangun, beranjak, cuci muka, wudhu, shalat subuh.
Alhamdulillah ya Allah,
Masih di ijinkan sedekat itu, meski hanya bunga tidur,
Tapi aku tahu itu kamu,
Dan aku tak pernah putus melihatmu,
Semalam tadi.
Alhamdulillah
June23, 21.37
Senin, 11 Juni 2018
Menghampiri cermin
Selalu hanya dia yang enggan berbohong
"Semua berbeda...
Kerut di sekitar matamu
Freckless memenuhi pipi kiri kananmu
Senyum yang tak lagi sama seperti empat-lima tahun lalu
Kau bertumbuh... "
Ya... Tak ada yang patut kutolak
Ku untai syukur di tiap pagiku
Waktu masih berpihak
Mungkin tinggal selangkah lagi
Ingin meminta bila boleh
Tuhan terangkan dulu pandanganku
Meski makin hari makin pudar
Masih ingin melihat pagi membawa hari baru
Menulis smua cerita
Membaca bait cinta dan do'anya di setiap sapa
Melihat lagi dan lagi mata tua itu
Yang selalu berkaca tiap menyebut namaku dalam khusyu hening sujudnya
Selalu tau embus nafas ini tak akan lama lagi
Berharap menghabiskan cinta hanya untuknya
Hanya untuknya
Lalu lelapkan aku
Akan tenang
June11, 22.39
Selalu hanya dia yang enggan berbohong
"Semua berbeda...
Kerut di sekitar matamu
Freckless memenuhi pipi kiri kananmu
Senyum yang tak lagi sama seperti empat-lima tahun lalu
Kau bertumbuh... "
Ya... Tak ada yang patut kutolak
Ku untai syukur di tiap pagiku
Waktu masih berpihak
Mungkin tinggal selangkah lagi
Ingin meminta bila boleh
Tuhan terangkan dulu pandanganku
Meski makin hari makin pudar
Masih ingin melihat pagi membawa hari baru
Menulis smua cerita
Membaca bait cinta dan do'anya di setiap sapa
Melihat lagi dan lagi mata tua itu
Yang selalu berkaca tiap menyebut namaku dalam khusyu hening sujudnya
Selalu tau embus nafas ini tak akan lama lagi
Berharap menghabiskan cinta hanya untuknya
Hanya untuknya
Lalu lelapkan aku
Akan tenang
June11, 22.39
Langganan:
Postingan (Atom)
Rindu Sawah
" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...
-
"Aku hanya ga habis fikir mba. Aku sebenarnya salah apa. Apa aku pernah ga sengaja membuat dia tersinggung. Ato apa. Ah entahlah....