Selasa, 26 Desember 2017

Maaf...Cuma ingin tahu kabarmu
Hujan sedari tadi
Kau pilih basah atau berteduh?

Oh iya...Aku lupa
Ada yang serupa kamu tadi pagi
Senyumnya, mata itu
Sebenarnya tidak hanya tadi
Kemarin, dan kemarinnya lagi pun sepertinya ada
Hampir selalu seperti itu

Di sepertiga malam itu, tepatnya waktu saat sajadah menarikku
Ada yang berbisik pelan, memeluk hangat dengan do'a

Selalu serupa melihatmu saat tepat sujudku...

Aku mencintamu seperti itu
Seumur jantungku akan berhenti suatu saat nanti

Sayang...
Aku selalu bahagia ketika waktu itu tiba
Bisa melihatmu dari sisi yang paling indah
Bisa memelukmu dengan dekap yang paling hangat

Meneteskan air mata tidak dengan percuma
Karena aku cinta...



*suratmu

Jumat, 08 Desember 2017

Saat ini...
Hanya bisa bersandar di tepian jendela
Memandangi gelap
Meneriaki gerimis
'Kenapa kau tak deras saja
Biar isakku tak lebih nyaring dari rintikmu'

Hening bergumam
'Letakkan semua perihmu di sini
Biar aku bawa serta jauh kesana
Aku titipkan pada angin
Bersamanya dia akan menepi kemana suka'

Menengok ujung pintu
Hanya mampu berdiri
Tanpa kuasa berlari
Pun sekedar melangkah berbalik
Mengunci diri untuk tak terlihat oleh pagi

Denting jam berbisik
'Aku ada.. Ajak aku bercerita
Jarum detikku sangat mengerti kegundahanmu
Aku selalu berpihak. Percayalah'

Sajadah tersenyum
'Sini.. Letakkan ujung keningmu
Akan kuusap lembut seperti malam kemarin
Tak ada yang  lebih kurindukan
Selain tangis kepasrahan
Banjiri saja aku
Itu perempuan sekali
Aku mengerti'

Fajar mengintip...
Seolah bertanya
'Kapan kau akan beranjak?
Butuh aku untuk sirnakan ketakutanmu?
Pandang aku...
Hanya aku yang selalu mengganti gelap menjadi benderang'

Pagi...
Masihkah kau layak untuk kunanti?

Rabu, 06 Desember 2017

Sepagi ini pun sama seperti sepagi lalu
Akan dituliskan pula satu episode baru
Untuk diceritakan dan dikenangkan saat semalam nanti
Sepenggal cerita haru, rindu
Dan beberapa kisah tawa
Meski tak harus bersama


*

"Kakimu lelah?"
"Tidak. Selama kamu mau bersandar di punggung basahku." Jawabku
"kamu malu?" Tanyaku
"Ingin sesederhana ini bersamamu." Jawabmu
"Bersabarlah. Semua akan indah pada saatnya. Tetaplah menjadi obat lelahku. Biar kukayuh sendiri..Kecuali kamu yang memintaku berhenti nanti. Takkan kutanya kenapa kau memintanya. Karena aku bersyukur. Paling tidak kau pernah ada. Karena kucinta."


**

Mencoba berpaling dari segelas jus tomat
Atau sebotol teh rendah gula?
Ya...Mungkin bisa melepaskan dahaga
tapi tidak untuk rindunya
Selalu ada yang tersisa dalam setiap teguknya
Selalu ada cerita sepulangnya
Dan selalu ada rindu saat senja mulai menyapa


***


Apa adanya...
Beberapa kali cerita seperti begitu mengalir
Saat waktu, jarak, komunikasi seperti memenjarakan hati
Mungkin seperti mau mati
Lalu muncul jalan Tuhan tanpa kita tahu
Untuk memandang...
Sekedar sedikit melepas rinduku


***

Atau sisa secangkir teh semalam...
Ketika aku berdiri di ujung tenda
Warna itu tak pernah terlupa
Merah marun, layaknya peri cinta yang menyapa
Lalu bersama duduk menikmati secangkir teh
Yang sama sekali tak terasa panas katamu
Tapi bagiku cukup hangat
Karena ada cinta bersamanya di tiap teguknya
Hanya sekejap...ya sementara
Setelah itu semuanya mereda
Hingar yang tadinya terdengar
Kini sepi menggelayuti
Seperti secangkir teh yang telah kosong
Begitulah pikiranku saat melihat sudut lengang di hadapanku
Apapun itu...
Terimakasih telah memberi warna dalam hidupku


***

Ada hati yang sengaja kutinggal di sana
Dinda...
Aku titipkan sebentar saja
Dan biarkan wangimu tertinggal di sini



*Catatanmu di lembar buku hidupku


Untuk perempuanku...
Yang telah memilih bertahan menahan segala kesakitan

Namamu adalah satu titik di tiap mata membuka ruang pikirku

Selalu ada di tempat yang sama
Selalu ada dengan berjuta malaikat cinta

Tuhan, aku mencintanya...

Pilihkan hidup yang terbaik untuknya
Lindungi setiap langkahnya
Pertemukan dan kumpulkan dia dengan orang-orang yang selalu sayang dan peduli dengannya

Demi Tuhan...

Aku tak pernah melewatkan atau melupakan pagi
Ketika jaripun tak sempat menyapa
Tapi hati ,pikiran, dan bibir tak pernah berhenti
Beraksara merangkai do'a
Karena hanya dengan aksara aku mencinta
Hanya dengan do'a rinduku lebih bermakna

Tuhan...

Aku menitipkan rindu lewatMu
Hanya kau yang tahu
Untuk siapa sepertiga malamku
Untuk siapa kalimat do'aku

Terimakasih perempuanku...

Tetap berdiri di sampingku
Tetap ada untuk satu titik di ruang pikirku
Catatkan lebih banyak cerita untuk satu kali hidupku





Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...