Sepagi ini pun sama seperti sepagi lalu
Akan dituliskan pula satu episode baru
Untuk diceritakan dan dikenangkan saat semalam nanti
Sepenggal cerita haru, rindu
Dan beberapa kisah tawa
Meski tak harus bersama
*
"Kakimu lelah?"
"Tidak. Selama kamu mau bersandar di punggung basahku." Jawabku
"kamu malu?" Tanyaku
"Ingin sesederhana ini bersamamu." Jawabmu
"Bersabarlah. Semua akan indah pada saatnya. Tetaplah menjadi obat lelahku. Biar kukayuh sendiri..Kecuali kamu yang memintaku berhenti nanti. Takkan kutanya kenapa kau memintanya. Karena aku bersyukur. Paling tidak kau pernah ada. Karena kucinta."
**
Mencoba berpaling dari segelas jus tomat
Atau sebotol teh rendah gula?
Ya...Mungkin bisa melepaskan dahaga
tapi tidak untuk rindunya
Selalu ada yang tersisa dalam setiap teguknya
Selalu ada cerita sepulangnya
Dan selalu ada rindu saat senja mulai menyapa
***
Apa adanya...
Beberapa kali cerita seperti begitu mengalir
Saat waktu, jarak, komunikasi seperti memenjarakan hati
Mungkin seperti mau mati
Lalu muncul jalan Tuhan tanpa kita tahu
Untuk memandang...
Sekedar sedikit melepas rinduku
***
Atau sisa secangkir teh semalam...
Ketika aku berdiri di ujung tenda
Warna itu tak pernah terlupa
Merah marun, layaknya peri cinta yang menyapa
Lalu bersama duduk menikmati secangkir teh
Yang sama sekali tak terasa panas katamu
Tapi bagiku cukup hangat
Karena ada cinta bersamanya di tiap teguknya
Hanya sekejap...ya sementara
Setelah itu semuanya mereda
Hingar yang tadinya terdengar
Kini sepi menggelayuti
Seperti secangkir teh yang telah kosong
Begitulah pikiranku saat melihat sudut lengang di hadapanku
Apapun itu...
Terimakasih telah memberi warna dalam hidupku
***
Ada hati yang sengaja kutinggal di sana
Dinda...
Aku titipkan sebentar saja
Dan biarkan wangimu tertinggal di sini
*Catatanmu di lembar buku hidupku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar