Ah kata...
Kenapa kau tak lagi seperti lalu
Terangkai abjad menyejukkan
Membelai... Membuai
Meninabobokan jiwa-jiwa yang penat merindu
Terbaca lalu bersandar
Memejam seraya tersenyum sendiri
Ah frasa...
Kini bisamu mengundang pedih saja
Terbaca lalu melangut
Terjemahkan makna yang sulit dimengerti
Pun diam tak mengurai
Salah memahami arti
Sajak... Oh sajak
Rimamu makin tak beraturan
Puisi tentangku, tentangmu makin bisu
Terbelenggu oleh kata
Terpenjara koma, seru, kurung dan tanda tanya
Huruf hijaiyah pun terbata
Tak terbendung derasnya derai mengiringi ejanya
Lalu apa yang kau punya?
Harimu hanya penuh dengan tuduhan dan sangka
Akan kau habiskan sisa usiamu untuk menjelaskan?
Adakah hati yang mau mengerti?
Masih kah tulus itu ada?
May31, 22.17
Describing me in the expressions of things, places n people around. In life, I might leave. In love, I might suffer. In line, I might disconnect. With this, I conquer all
Kamis, 31 Mei 2018
Rabu, 30 Mei 2018
"Cinta?"
"Begitu yang kurasa."
"Kau sampaikan?"
"Tentu saja."
"Kau tunjukkan?"
"Sering tak tahu caranya."
"Itu. Itu yang membuatnya selalu merasa mencinta sendiri."
"Harus bagaimana?"
"Aku ada. Mendampingi bumi berputar di porosnya. Pun mengitari matahari."
"Bumi memintamu?"
"Tak pernah. Aku yang mau. Semesta mengaturnya."
"Harus sepertimu?"
"Jadilah dirimu. Lakukan dengan caramu."
"Semua bisa menyaksikan benderangmu. Sedang aku?"
"Aku tak butuh siapapun untuk mengerti keberadaanku. Saat benderang, redup bahkan gelapku. Tapi aku selalu ada."
"Aku ingin sepertimu."
"Tetaplah mencinta. Keberadaanmu, rasamu, tak perlu kau minta seorangpun untuk menghargainya. Bila itu cinta, dia akan yakin dengan sendirinya. Cinta selalu punya cara."
Mengangguk perlahan. Berulang. Berkali. Hingga makin melemah
Tak cukup lagi dayanya untuk sekedar bercengkerama dengan purnama
Hanya mampu memandang
Titik-titik cahaya terang yang bertebaran di seluruh penjuru langit itulah tempatnya menggantung harap
Tempat segala do'a terpanjat
Dan segala semoga yang diaminkan semesta
May30, 22.26
Sabtu, 19 Mei 2018
Tuhan membersamakan kami
Pada hening-hening yang tak bernyawa
Pada gelap-gelap yang tak berirama
Pada kayuh-kayuh dekap yang tak sampai
Pada sesak-sesak rindu yang kelu
Pada linang-linang do'a yang lara
Dan pada sergap-sergap mimpi yang tak bertepi
Musim berganti
Segala berubah
Bila Tuhan tak kunjung ijinkan bersama
Setidaknya selalu ada ruang
Tempat yang sama untukmu dan untukku pulang
Cinta yang tak pernah beda
Dan do'a yang tak pernah putus
May19, 22.31
Pada hening-hening yang tak bernyawa
Pada gelap-gelap yang tak berirama
Pada kayuh-kayuh dekap yang tak sampai
Pada sesak-sesak rindu yang kelu
Pada linang-linang do'a yang lara
Dan pada sergap-sergap mimpi yang tak bertepi
Musim berganti
Segala berubah
Bila Tuhan tak kunjung ijinkan bersama
Setidaknya selalu ada ruang
Tempat yang sama untukmu dan untukku pulang
Cinta yang tak pernah beda
Dan do'a yang tak pernah putus
May19, 22.31
Langganan:
Postingan (Atom)
Rindu Sawah
" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...
-
"Aku hanya ga habis fikir mba. Aku sebenarnya salah apa. Apa aku pernah ga sengaja membuat dia tersinggung. Ato apa. Ah entahlah....
