Kamis, 31 Mei 2018

Ah kata...
Kenapa kau tak lagi seperti lalu
Terangkai abjad menyejukkan
Membelai... Membuai
Meninabobokan jiwa-jiwa yang penat merindu
Terbaca lalu bersandar
Memejam seraya tersenyum sendiri

Ah frasa...
Kini bisamu mengundang pedih saja
Terbaca lalu melangut
Terjemahkan makna yang sulit dimengerti
Pun diam tak mengurai
Salah memahami arti

Sajak... Oh sajak
Rimamu makin tak beraturan
Puisi tentangku, tentangmu makin bisu
Terbelenggu oleh kata
Terpenjara koma, seru, kurung dan tanda tanya

Huruf hijaiyah pun terbata
Tak terbendung derasnya derai mengiringi ejanya



Lalu apa yang kau punya?
Harimu hanya penuh dengan tuduhan dan sangka
Akan kau habiskan sisa usiamu untuk menjelaskan?
Adakah hati yang mau mengerti?
Masih kah tulus itu ada?





May31, 22.17

Rabu, 30 Mei 2018


"Cinta?"
"Begitu yang kurasa."
"Kau sampaikan?"
"Tentu saja."
"Kau tunjukkan?"
"Sering tak tahu caranya."
"Itu. Itu yang membuatnya selalu merasa mencinta sendiri."
"Harus bagaimana?"
"Aku ada. Mendampingi bumi berputar di porosnya. Pun mengitari matahari."
"Bumi memintamu?"
"Tak pernah. Aku yang mau. Semesta mengaturnya."
"Harus sepertimu?"
"Jadilah dirimu. Lakukan dengan caramu."
"Semua bisa menyaksikan benderangmu. Sedang aku?"
"Aku tak butuh siapapun untuk mengerti keberadaanku. Saat benderang, redup bahkan gelapku. Tapi aku selalu ada."
"Aku ingin sepertimu."
"Tetaplah mencinta. Keberadaanmu, rasamu, tak perlu kau minta seorangpun untuk menghargainya. Bila itu cinta, dia akan yakin dengan sendirinya. Cinta selalu punya cara."


Mengangguk perlahan. Berulang. Berkali. Hingga makin melemah
Tak cukup lagi dayanya untuk sekedar bercengkerama dengan purnama
Hanya mampu memandang
Titik-titik cahaya terang yang bertebaran di seluruh penjuru langit itulah tempatnya menggantung harap
Tempat segala do'a terpanjat
Dan segala semoga yang diaminkan semesta





May30, 22.26

Sabtu, 19 Mei 2018

Tuhan membersamakan kami
Pada hening-hening yang tak bernyawa
Pada gelap-gelap yang tak berirama
Pada kayuh-kayuh dekap yang tak sampai
Pada sesak-sesak rindu yang kelu
Pada linang-linang do'a yang lara
Dan pada sergap-sergap mimpi yang tak bertepi

Musim berganti
Segala berubah

Bila Tuhan tak kunjung ijinkan bersama
Setidaknya selalu ada ruang
Tempat yang sama untukmu dan untukku pulang

Cinta yang tak pernah beda
Dan do'a yang tak pernah putus






May19, 22.31

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...