Ah kata...
Kenapa kau tak lagi seperti lalu
Terangkai abjad menyejukkan
Membelai... Membuai
Meninabobokan jiwa-jiwa yang penat merindu
Terbaca lalu bersandar
Memejam seraya tersenyum sendiri
Ah frasa...
Kini bisamu mengundang pedih saja
Terbaca lalu melangut
Terjemahkan makna yang sulit dimengerti
Pun diam tak mengurai
Salah memahami arti
Sajak... Oh sajak
Rimamu makin tak beraturan
Puisi tentangku, tentangmu makin bisu
Terbelenggu oleh kata
Terpenjara koma, seru, kurung dan tanda tanya
Huruf hijaiyah pun terbata
Tak terbendung derasnya derai mengiringi ejanya
Lalu apa yang kau punya?
Harimu hanya penuh dengan tuduhan dan sangka
Akan kau habiskan sisa usiamu untuk menjelaskan?
Adakah hati yang mau mengerti?
Masih kah tulus itu ada?
May31, 22.17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar