Jumat, 08 Desember 2017

Saat ini...
Hanya bisa bersandar di tepian jendela
Memandangi gelap
Meneriaki gerimis
'Kenapa kau tak deras saja
Biar isakku tak lebih nyaring dari rintikmu'

Hening bergumam
'Letakkan semua perihmu di sini
Biar aku bawa serta jauh kesana
Aku titipkan pada angin
Bersamanya dia akan menepi kemana suka'

Menengok ujung pintu
Hanya mampu berdiri
Tanpa kuasa berlari
Pun sekedar melangkah berbalik
Mengunci diri untuk tak terlihat oleh pagi

Denting jam berbisik
'Aku ada.. Ajak aku bercerita
Jarum detikku sangat mengerti kegundahanmu
Aku selalu berpihak. Percayalah'

Sajadah tersenyum
'Sini.. Letakkan ujung keningmu
Akan kuusap lembut seperti malam kemarin
Tak ada yang  lebih kurindukan
Selain tangis kepasrahan
Banjiri saja aku
Itu perempuan sekali
Aku mengerti'

Fajar mengintip...
Seolah bertanya
'Kapan kau akan beranjak?
Butuh aku untuk sirnakan ketakutanmu?
Pandang aku...
Hanya aku yang selalu mengganti gelap menjadi benderang'

Pagi...
Masihkah kau layak untuk kunanti?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...