Sabtu, 23 Juni 2018

WHEN PRAYERS BECOME DREAM
AND DREAMS BECOME PRAYERS



Tugas.
Tapi gak ngawal.
Rombongan 1 bus, kamu pakai seragam warna khaky, kerudung merah bermotif, kacamata baca yang gak pernah lepas.
Duduk aja kamu di bangku deretan depan sebelah kanan.
Aku di belakangmu sebelah kiri.
Tapi masih bisa lihat kamu dari samping.
Aku lihat kamu terus.
Tapi kamu gak sama skali.

Turun di perkebunan kopi.
Aku sama teman-temanku. Kamu sendirian jalan-jalan, lihat-lihat sekeliling.

Di tengah kebun ada kedai kopi (batinku, kayak pernah kesana sama kamu).
Kamu berhenti, duduk di kedai, lihat menu, pesan.
Sementara aku lihatin kamu terus, dan kamu tetap gak menoleh ke arahku.

Pesananmu jadi, seperti biasa kamu ciumi aromanya lalu minum dengan sendok kecil, sekali aja.
Dan akhirnya kamu menoleh ke arahku sekilas, with no expression.

Setelah itu, kamu ambil kayak buku catatan kecil se telapak tangan, kamu buka, baca, serius.

Aku kepingin tahu, tak samperin ke tempatmu, tapi jarak beberapa meter sebelum aku sampai,  kamu beranjak.

Sedih,...
Sediiih banget.

Kamu pindah ke bangku taman di depan swalayan atau mirip indomaret.
Aku masuk aja ke toko itu, beli teh botol less sugar, 2. Maksud ku buat kamu 1.
Keluar toko, lihat kamu dari belakang, kamu baca selembar kertas ada catatan di sana.
Tak samperin, maksud ku juga ingin tahu apa isi catatan itu.

Tak sapa dulu dari belakangmu "Ngapain?"...
Lalu kamu sedikit kaget, bergegas lipat catatan dimasukkan ke buku lagi sambil bilang "Hey,... Aku ke ATM dulu ya...."

Kamu pergi, sambil jalan ke arah ATM.

Kaget, sedih, nangis....

Kebangun....



*****



Gak tahu jam berapa baru bisa merem,

"Ngapain?", tanyaku.
"Bikin tart", katamu.

"Tinggal sepotong gitu, buat aku?", aku sambil nunjuk sepotong roti  bertopping parutan keju di atas piring berbahan mika di depanmu.

"Bukan, punyamu sudah kan?".

"Terus kotak kecil itu?".

"He'em, mau ta kasih nanti bareng sama roti ini", jawabmu sambil meraih kotak kecil terbungkus kertas kado lucu.

"Ooo, nggih".

"Hihihi, nyoba-nyoba. Semoga suka", katamu sambil beberapa kali ambil gambar kue itu.

Entah di mana, waktu itu hanya ada kamu, aku, sepotong kue, dan kotak kado kecil itu.

........................

Bangun, kaget dengar adzan, lihat henfon, baca teksmu "Sudah sahur?" yang terkirim jam 3.36.

Alhamdulillah,
Sempat sahur lebih awal.

Bangun, beranjak, cuci muka, wudhu, shalat subuh.

Alhamdulillah ya Allah,
Masih di ijinkan sedekat itu, meski hanya bunga tidur,
Tapi aku tahu itu kamu,
Dan aku tak pernah putus melihatmu,

Semalam tadi.
Alhamdulillah







June23, 21.37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...