Minggu, 12 November 2017

"Jujur, kalau aku harus bilang benci untuk pagi ini, aku akan bilang sekeras-kerasnya "I HATE TODAY...!!!"
Teriak sambil nangis, marah, sedih, kenapa waktu tak berpihak untuk sekedar melepas rindu....
Beberapa hari ini waktu juga tak pernah ramah untukku.....

Apa maumu?
Ingin mengajari ku sabar?
Ya Tuhan....
Kenapa rindu ini begitu berat..
Dan pagi ini terlalu hebat, terlalu kuat untuk melewatinya tanpa harus sakit merindu...

Smoga ada celah di antara rapatnya waktu yang mencoba menutup rinduku,
Smoga ada waktu..."


* * *

"Harus pulang? Sudah waktunya? Seperti ini rasanya?
Terima kasih sudah datang pagi tadi menggantikan waktu
Ada banyak cerita tersampaikan
Pulanglah..
Akan kutuliskan sepagi tadi untuk dikenangkan malam nanti
Tengkyu sunshine.. "

* * *

"Sedikit cerita untuk hari kemarin....

Berangkat menggebu untuk menjemput mimpiku...
Ya masih tentang mimpi, tentang hujan dan balkon itu...
Bercengkerama menghabiskan kata-kata...
Memeluk nyata tanpa perantara do'a....

Tapi lalu...
Beberapa waktu yang lalu emosional mengalahkan nalar...
Seperti berhenti, tinggal dalam ruang sedih, lalu mati dengan begitu perih.....

Aku mencintamu kamu tahu?
Aku merindumu kamu ngerti?...
Lihat apa di mataku?...
Jangan pulang batinku saat itu.....

Maaf, emosi mengalahkan nalarku...

Terimakasih untuk tetap memintaku bermimpi
Tentang hujan dan balkon itu...
Tetaplah berdiri utk menjadi mimpi-mimpiku...
Tetaplah untuk menjadi bagian cerita pendekku. "


* * *

"Seperti itu rasanya sepagi tadi
Munculnya seperti pasti, menggantikan waktu
Meski tak terhitung berapa ratus atau ribu detik kemudian seperti dipecundangi waktu

Lalu hanya bisa menghitung angka dalam jam
Berharap berlalu kemudian
Pagi.. Jangan bosan munculkan harapanmu"



Catatanmu...
Takkan pernah berhenti mempuisikan bait di lembar puisi hidupku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...