Masih tercecar oleh pagi
Yang tak lelah membilang hening
Tak pernah bosan memilah genap dan ganjilnya angka
Dan semua masih tentang rindu
Pagi..
Kau boleh mengintip
Dari kisi hati yang paling tersembunyi
Namun matamu
Yang layu
Menggurat kejujuran
Yang paling jujur
Tentang sebuah ketulusan kasih
Pagi..
Kau ajarkan aku
Segala tentang akhir adalah mula
Lembar baru serupa kanvas putih
Yang rela dinodai coretan pena
Pagi..
Ijinkan aku
Merangkai bait
Dari rima yang paling sederhana
Sesederhana caraku mencintamu
Jariku tak akan berhenti
Menoreh, mewarna, mempuisikan rindu
Yang nyalang, yang hilang
Pun yang hanya bayang
Pagi..
Biar kujejak selalu
Langkah yang pernah ada
Kini lebih riuh dari segala keramaian sunyi
Karenamu
Terima kasih pagi
Ketakacuhanmu melengkapiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar