Ada yang luruh bersama bulir-bulir yang meleleh di ujung mata
Menitip aksara yang tak mampu diungkap semesta
Sekeras ombak yang berupaya menghantam
Tah runtuh juga tebing di tepian samudera
Selemah angin menyapu pasir pantai
Tak kuasa menghilang
Makin menyebar
Menebar tabah
Menunggu gulungan ombak
Mengombang-ambingkan nya
Terbawa
Dan menepikannya kembali
Ada jejak yang ingin kuabadikan
Kulukis lalu kubingkai
Untuk cerita anak cucu saat menua kelak
'ibu pernah di sini nak..'
Cinta selalu pandai mengukir waktu
Menembus ruang
Mengabaikan jarak
Melara dan meradang sendiri bersama mimpi
Saat gelap menjelang
Lagu rindu makin nyaring
Bait puisiku seringkali tak berrima
Bila kau tanya untuk siapa?
'untuk.. Ayah nak.. '

Tidak ada komentar:
Posting Komentar