Jumat, 08 September 2017


Sepagi hutan.. Bersama rimbun dedaun 
Hijau, kuning dan kecoklatan
Yang meliuk gemulai diterpa angin
Yang tegak menjulang menantang matahari
Pun yang tergeletak tak berdaya
Bahkan bebatuan pun enggan mengajak bercanda

Begitu rinduku pada alam
Menghirup aroma basah tanah
Mengernyit menghitung tiap gemericik riak
Pun derasnya air terjun yang memukul permukaan sungai
Dan sesekali mendesah pelan
Bersama suara burung dan pengerat bersahutan

Begitu rinduku pada alam
Yang tak cukup kubingkai dengan kamera cinta
Tak pula cukup kulukis dengan crayon kasih

Alam mengajarkanku bermimpi
Mengurai peristiwa kemarin
Dan merenda kembali perca-perca kasih yang bertebaran

Alam mengajarkanku percaya
Setelah gelap menggelayut
Menguras peluh dan penat tiada henti
Pagi akan selalu singgah
Menyapa

Alam mengajarkanku menangis
Sedih lara yang diratapi
Pun seisak-isaknya haru penuh bahagia

Hanya alam yang paling sederhana kejujurannya
Selalu menjanjikan angin sang sahabat bagi jiwa yang sepi
Menjanjikan hujan, bagi hati yang kerontang
Menjanjikan tenang bagi mereka yang patah

Alam.. Boleh kubingkai kau sekali lagi? 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...