Rabu, 30 Agustus 2017

And it's hard at the end of the day
I need some distractions
O beautiful release.. 
(Angel; Sarah McClachan)


Semua orang menginginkan harinya baik. Menjelang berangkat menuju peraduan, tentulah do'a-do'a dipanjatkan. Untuk diri, orang-orang terkasih, dan untuk esok yang masih penuh harapan. Mungkin ada beberapa yang ingin mati saja hari ini, karena merasa telah usai tugas-tugasnya di dunia, bersiap diambil Tuhan secepatnya. Pun ada yang ingin mati segera, karena terlalu pelik beban hidup tak kuasa ditanggungnya. Ada pula yang berharap esok tak pernah ada, semua dicukupkan hari ini saja. Tapi aku, dan banyak lagi umat sepertinya tak berhenti berharap, untuk diberi kesempatan melihat pagi, hari baru dengan harapan baru.

Boleh aku mengoceh saja, di setiap membuka mata setelah sejenak dibuai lelap, hanya tergambar cita-cita yang ingin kugapai. Setidaknya sederhana saja, melakukan rutinitas dengan senyum dan cinta, tanpa cela di sana-sini. Ya.. Just simply making a good day. Meski pada kenyataannya banyak hal yang akan terjadi, banyak orang yang akan ditemui, banyak tempat yang harus dikunjungi, dan hal buruk bisa menimpa kapan saja. Siapa yang bisa menolak? Serapi apapun rencana kita, selurus apapun jalan yang kita lalui, tetap saja akan bertemu dengan sesuatu yang 'kebetulan' atau 'tidak sengaja'. Slip of the toungue yang menyinggung, beda pendapat, selisih paham, atau bahkan perilaku yang melukai tak dapat dinafikkan begitu saja. Ada hal berat yang membuat kita kadang tak mudah mengendalikan diri. Pun ada kalanya meminta maaf menjadi tak berarti. Meski sering belajar dan diajarkan 'terima kasih' dan 'maaf' harus menjadi tradisi dan kosakata terkaya yang harus diucapkan setiap hari.

Aku selalu rindu kopi saat harus mengakhiri hari.

FilosofiKopi;  Hirup untuk ketenangan,  sesap untuk kenikmatan, dan habiskan untuk menemukan dirimu tenggelam di dalamnya

Ya, saat menjemput gelap, sejatinya hanya jiwa-jiwa yang tenang yang bisa memaknai lelah. Menggantung kisah seharian, dan membiarkannya jatuh dalam cumbuan senja. Menikmati isi rumah dan menyaksikan anak-anak bersenda di beranda.

FilosofiKopi; setelah seharian bekerja dengan hati, saatnya menikmati yang tersisa dari hari. Jangan sampai tidak. Ingat, kita ini manusia, bukan sapi

Tetapi ada kalanya yang sederhana terabaikan, karena yang rumit lebih mengacau hati. Antara ketidaktahuan untuk berbuat apa, dan keterbatasan untuk melupakan masalah.

FilosofiKopi; sesekali akan ada hal yang tergeletak di suatu sudut di satu waktu, menanti kau menoleh ke arahnya dan menyadari keberadaannya. Ia yang mempunyai rasa. Ia yang memiliki nyawa. Jangan sampai kau lewatkan

Di bagian ini yang menguatkan. Seburuk apapun hari kita, bersyukur selalu masih dikelilingi orang-orang terkasih. Yang mengingatkan kita saat lupa diri. Yang mendo'akan saat bibir kita tak mampu berucap pinta. Dan yang menggenggam saat kita berasa terpuruk.

There's always bad things happen in a day
We need nothing but keep going on
Life is too short to be unhappy

FilosofiKopi; ada dua hal penting yang membuat hari kamu lebih baik. Cinta dan kopi. Dapatkan keduanya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...