"Tak akan sedikitpun berkurang rasa cintaku padamu. Kau telah tahu prosesnya, kehadirannya bukan karena buah cinta.
Semua semata-mata untuk memberikan haknya.
Entah kapan aku akan meninggalkannya. Entah nanti dia akan punya bapak baru. Tapi aku tak akan pernah meninggalkan kewajibanku. Sampai dia menemukan imamnya.
Aku tak memintamu untuk menyayanginya. Pun tak melarangmu untuk membencinya. Sekali lagi, aku melakukan semua semata-mata hanya untuk memberikan haknya.
Kenapa dia seperti selalu dipersalahkan. Dia juga manusia.
Harus bagaimana lagi aku meyakinkanmu? Oke, aku akan tinggalkan mereka. Mohon waktu."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar