"Masa iya? Ah perasaanmu aja kali Ty"
"Eh iya loh, Coba deh liat lenganmu. Perutmu juga"
Aya hanya tersenyum. Sambil melirik sebuah timbang badan bentuk persegi warna biru muda di lantai sebelah kiri lemari es.
"Ayo kita lihat, Berapa beratku sekarang"
Pelan-pelan Aya berjalan menuju ruang makan, Melepas sendal lalu melangkah menginjak alat timbang badan itu. Dan Aya kaget hampir melompat. Bukan karena jarum yang ditunjuk di alat itu. Tapi suara teriakan Tuty yang kencang
"Nah kaan..Apa kubilang, Bener kan. Beratmu naik lumayan banyak"
Aya tetap saja tersenyum dan ngeloyor kembali ke sofa tamu. Tempat paling nyaman buat mereka ngobrol berlama-lama.
"Tempat kerja baru mu gimana sekarang? Orang-orangnya gimana? Masih sama kah? Setoxic yang kemaren?"
Kali ini Aya sedikit terkekeh. Melihat sahabatnya segitu antusiasnya menanyai. Sebenarnya banyak hal di benaknya yang ingn diceritakan pada sahabatnya ini. Tapi Aya sengaja diam dan tersenyum saja. Biar Tuty makin penasaran batinnya.
***
"Dek habis acara mbakso yuk"
"Lah ini kan sudah dapet snack dan lunch box kak. Masa masih mau mbakso"
"Bakso yang di basement enak banget loh. Snack nya nanti kamu bawa pulang, Anggap aja berkat. Hehehe"
"Oke oke kak"
Putri pernah menjadi teman sekantor Aya dulu. Dan kini perkantoran mereka sekompleks. Aya dan Putri jadi lebih sering bertemu. Lebih-lebih bila ada undangan untuk menghadiri acara yang sama. Aya dan Putri selalu mencari kesempatan untuk duduk bersebelahan. Selain berbagi materi diselingi dengan obrolan-obrolan santai ataupun gosip terkini.
Sambil menikmati bakso kasar kesukaannya, Aya memesan jus sehat, jambu plus wortel. Tanpa susu, less sugar, less ice.
"Teman-teman di kantor lagi masak sayur bayam hari ini dek"
"Ya Allah kaak. Habis gini mau maem lagi di kantor? Nanti gendut loh"
"Emang kenapa. Udah pernah gendut kok. Hehehe"
***
Menciptakan lingkungan kerja yang baik dalam sebuah perusahaan sangat penting dilakukan untuk menunjang kualitas kerja karyawan. Karena nyatanya, lingkungan kerja toxic dapat berpengaruh buruk pada produktivitas hingga mental para pekerja.
Lantas, bagaimana caranya mengetahui apakah kamu sudah berada dalam lingkungan kerja yang baik dan ideal bagi karyawan? Yuk ketahui jawabannya dengan membaca artikel di bawah ini sampai tuntas!
Kriteria Lingkungan Kerja yang Baik
Selain manajemen, sehatnya hubungan antar rekan kerja juga merupakan salah satu contoh lingkungan kerja yang baik. Sebab, dengan adanya komunikasi dan juga jalinan pertemanan antar pekerja dinilai dapat menciptakan kondisi nyaman serta menyenangkan dalam perusahaan.
Seperti yang kita tahu, manfaat lingkungan kerja yang baik adalah dapat meningkatkan produktivitas dari para karyawannya.
Produktivitas selalu menjadi indikasi kesuksesan dari usaha tersebut. Banyaknya distraksi pada sebuah instansi tentu dapat memperlambat laju perusahaan dalam mencapai target yang telah ditetapkannya.
Maka dari itu, guna menghindarinya, perusahaan diharuskan untuk selalu bisa menciptakan lingkungan yang nyaman bagi para pekerjanya.
Ciri-ciri lingkungan kerja yang baik juga dapat ditandai dengan adanya sikap saling menghargai antar rekan kerja, baik itu sesama, atasan, maupun bawahan.
Pemberian apresiasi pada karyawan juga dinilai sebagai salah satu cara untuk menghargai kinerja mereka selama ini. Hal tersebut nantinya juga akan mempengaruhi loyalitas para pekerja pada perusahaan.
Contoh lingkungan kerja yang baik adalah tempat di mana para pekerja dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, bahkan meningkatkannya. Melalui pengembangan diri dari para karyawannya inilah, perusahaan juga dapat ikut berkembang dalam meraih kesuksesannya.
Energi positif dari para pekerja juga merupakan salah satu manfaat lingkungan kerja yang baik. Sebab, optimisme perlu dibangun agar setiap karyawan dapat fokus pada solusi dan bagaimana penyelesaian masalah tersebut.
Bagi para millennial, contoh lingkungan kerja yang baik adalah tempat seimbang atau sering disebut sebagai work life balance. Artinya, antara kehidupan personal dan profesional harus bisa berjalan beriringan, tanpa perlu mengorbankan salah satunya.
Nah, itulah ulasan mengenai ciri-ciri lingkungan kerja yang baik. So, apakah kamu sudah mendapatkannya saat ini?
Karakter setiap orang memang berbeda, namun tak bisa dipungkiri bahwa kondisi lingkungan kerja sangat berpengaruh pada produktivitas dan kebahagiaan saat melakukan pekerjaan.
Berbicara mengenai produktivitas dan kualitas kerja, tentunya kesehatan mental cukup penting untuk dijaga. Di mana salah satunya dengan mencapai work life balance.
***
Aya tiada henti bersyukur. Tuhan selalu memberikan yang terbaik dengan caraNya,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar