NekBinek
Distance doesn't matter, love conquers all
Frasa itu berasa makjleb bagiku. Dan aku selalu tersenyum renyah mengejanya.
Betapa tidak? Puluhan, ratusan bahkan ribuan mil terpisah, tapi kita hampir tak punya waktu terbuang sia-sia. Setiap saat selalu ada cerita, tawa, pelajaran berharga yang kita bagi. Setiap hari tak ada sepi, meski sekedar terlewati dengan sapaan good morning, I miss u atau I love u.
Berbulan sebelum menjelang hari kebersamaan itu, banyak rencana yang kita pikirkan bersama. Mencari tempat, waktu, menu, dan juga dress code. Ah... Haru birunya tak henti terbayang.
Ngoceh ribuan kalimat sampai menjelang subuh menjadi kebiasaan yang tak terelakkan. Excitement yang kami rasakan tak ada beda. Hanya satu keinginan. Pertemanan yang tulus, tanpa nohok kanan kiri, nusuk depan belakang. Ya.. Berkawan sampai tua.
Latar belakang boleh beda. Jaman dulu pun tak pernah akrab, tak menjadikan kita apalah. Justru semua menjadi awal kebersamaan yang nyata.
Musik era 90an, cerita jadul tentang dosen, teman sekampus dan para mantan, tak bosan mengelilingi hari2 kita bercengkerama.
Tempat wisata, kedai kuliner, spot foto, hanya sekedar media penyambung rindu. Selebihnya, hanya cinta yang bercerita. Pelukan hangat, saling mengasihi dan saling menguatkan, itulah cita-cita kami.
Bersyukur Tuhan punya cara, punya waktu yang selalu diberpihakkan pada kita.
Yes.. We are moms. Tiap helaan nafas, detak jantung, cucuran peluh dan isak setiap saat untuk keluarga, rumah, kerjaan dan anak-anak. Tak pelak, setiap hal kecil tentang ini semua juga kita bagi. Buat kami family is the greatest treasure to keep firmed and happy. Bila memutuskan untuk hang out ngejomblo, bukan berarti mengabaikan itu semua. Hanya sejenak melepas penat, melupakan rutinitas, refreshing mind n heart, mencumbu alam, releasing distresses, dan menertawai 'Diet? Sudah lupa tuh'.
Ada tawa yang pecah saat salah seorang dari kami berkelakar tentang kebiasaannya ngerumpi di kantor. Topik 'men are stupid' jadi bahan diskusi yang menantang. Membangun komitmen dari rasa percaya dan menghargai pasangan. Berbagi cara mengatasi selisih pendapat dan debat yang tak perlu. Everything needs to run by process. Ini lesson yang kita pelajari bersama. Yang tak didapat di sekolah dan college manapun.
Tangis sedih juga sering kita rasakan, saat beberapa dari kami sedang tak sehat. Kala anak-anak terserang penyakit. A mom is the best medicine of all, menjadi kekuatan bagi kami untuk terus belajar menjadi super mama.
Usia kita sudah hampir setengah abad. Dan kita tak pernah menolak menjadi tua. Tips sarapan, exercises, merawat tubuh dan kecantikan, juga menjadi obrolan keren kami setiap saat. Kelakar tentang lain jenis selalu melebarkan tawa kami. Ada hal yang mungkin tak dapat kami tolak, dan menjadikannya wajar. Saat berbagi foto pria di halaman chat group. Sejenak menenggelamkan rasa jenuh. Pun lesson 'learning life in a hard way' kita tangguhkan, sekedar menikmati gurau tentang performance para lelaki.
Beberapa dari kami adalah single parents. Dan candaan tentang pria menjadi hal menarik untuk diteruskan. Ah.. Kalian selalu menghibur. Satu kalimat saja ya.. 'ngga ada loe ngga rame' seperti ngutip sebuah iklan.
Kami menyebut diri 'nekbinek' diambil dari bahasa Madura yang artinya para perempuan. Kami berasal dari berbagai macam profesi. Beberapa dari kami memilih dan diberi rizki untuk berkarir di instansi pemerintah maupun swasta, selebihnya self employement. Beberapa dari kami juga guru les, dan tak lupa, ada good bakers yang selalu berbagi resep kue dan makanan. Hmm.. Makan. Yang satu ini pasti bukan hanya hobi. Justru ini yang paling menyatukan kita. Ketemu, ngerumpi, dan..makan.
Semoga tak lekang pertemanan ini. Tak ada yang kami takutkan lagi meneruskan sisa usia yang tanpa tau sampai selama apa. Menjaga sehat lebih lama, menciptakan bahagia di manapun berada, akan menjadi cita2 indah kami bersama.
Terimakasih Tuhan, Kau masih mengijinkan kami untuk selalu dikelilingi sukacita.
August 2017

Just 3 words....
BalasHapusI LOVE YOU... 😍😍😘😘
I love u more ira 😍😘
BalasHapus