Ketika membuka laman Google
hari ini kita disambut oleh seekor katak dengan angka 29 di tubuhnya. Dia
melompat ke daun di atas air yang diapit oleh batu bertuliskan angka 28 dan 1.
Ya, tahun ini, kalender kita memiliki satu hari
tambahan di akhir bulan Februari, yaitu tanggal 29. Hari ini disebut sebagai leap
day atau hari kabisat, yang hanya terjadi setiap empat tahun sekali.
Mengapa kita perlu menambahkan satu hari ekstra di tahun kabisat? Apa saja
tradisi dan perayaan yang berkaitan dengan leap day? Berikut
penjelasannya.
Leap day adalah cara untuk menyesuaikan kalender kita dengan perputaran
bumi mengelilingi matahari. Sebenarnya, bumi membutuhkan waktu lebih dari 365
hari untuk menyelesaikan satu putaran penuh, yaitu sekitar 365 hari, 5 jam, 48
menit, dan 46 detik.
Namun, kalender kita hanya menghitung 365 hari
dalam satu tahun, sehingga ada selisih waktu yang terakumulasi setiap tahunnya.
Jika kita tidak menambahkan satu hari ekstra setiap empat tahun, maka kalender
dan musim akan semakin tidak sinkron, dan akan berpengaruh pada siklus
pertanian, penanggalan, dan kegiatan lain yang bergantung pada musim.
Konsep tahun kabisat sudah dikenal sejak zaman
Romawi kuno, ketika Kaisar Julius Caesar mengubah kalender
yang sebelumnya berdasarkan bulan menjadi kalender yang berdasarkan matahari.
Ia menetapkan bahwa setiap tahun yang bisa dibagi empat adalah tahun kabisat,
dan menambahkan satu hari di akhir bulan Februari, yang merupakan bulan
terakhir dalam kalender Romawi
Namun, sistem ini masih belum sempurna, karena ada perbedaan
sekitar 11 menit antara tahun kabisat dan tahun matahari. Akibatnya, kalender
menjadi terlalu cepat sekitar 10 hari dalam kurun waktu 1.500 tahun.
Untuk mengatasi masalah ini, Paus
Gregorius XIII mengadopsi kalender Gregorian pada
tahun 1582, yang merupakan kalender yang kita gunakan sekarang. Kalender ini
menambahkan aturan tambahan untuk menentukan tahun kabisat, yaitu tahun yang
bisa dibagi 100 bukan tahun kabisat, kecuali jika bisa dibagi 400.
Misalnya, tahun 2000 adalah tahun kabisat, tetapi tahun 2100
dan 2200 bukan tahun kabisat. Dengan demikian, kalender Gregorian lebih
akurat dan sesuai dengan siklus Matahari.
Aksi sang katak pada google doodle hari ini adalah
melambangkan lompatan atau leap. Dan katak dipilih sebagai simbol
hewan yang sering dikaitkan dengan tahun kabisat, terutama di Irlandia, di mana
ada tradisi untuk memberikan patung katak kepada wanita yang melamar pria
pada leap day.
Dikutip dari detikinet

Tidak ada komentar:
Posting Komentar