Hampir subuh sepertinya. Dan aku bergegas bangun. Lupa nyiapin makan sahur sebelum tidur. Padahal mas Rio sudah mengingatkan "beli sekarang, mumpung masih sore. Biar ntar ga keburu. "
Ngeloyor saja jalan keluar. Ada kendaraan lewat, warna putih. Terlihat kamu di dalamnya, memandang ke arahku sambil senyum. Dan 'braakk! ' Rubicon putih menabrakku.
*
Di dapur. Menyeduh secangkir teh hangat untukmu. Kubawa masuk, ternyata kamu ga ada. Kubawa keluar. Di halaman terlihat kamu, istrimu, anakmu. Kalian bertiga berbaju putih. Aku pegang saja cangkir teh itu, tanpa kuletakkan ataupun kuminum saja. Hanya berdiri, dan tersenyum memandang kalian.
*
Sedang di kantor pesantren. Tak seperti biasa, dia kutanya dulu baru menjawab. Kali ini trrsenyum, dan langsung bicara, butuh ini butuh itu, haru bayar ini bayar itu. Aku memakai atasan koko putih dan celana putih. Waktu pamit, dia tak menyalamiku. Hanya memandang, dan tersenyum.
Sepenggal cerita tentang mimpi
Bunga tidurmu, dan bunga tidurku
Terimakasih menemuiku dengan caramu
Semoga hanya ada kebaikan untuk kita
Feb 19, 21.34
Tidak ada komentar:
Posting Komentar