Minggu, 18 Februari 2018

"Sedang tugas di mana? "
"Di hatimu. "
"Kalau di hatiku kamu bukan lagi tugas sayang. Tapi menetap di sana. "


Hujan saja tiba-tiba reda. Angin seolah menghentikan semua gerakannya. Sengaja memberi kesempatan langit untuk sejenak hening. Membiarkan sepotong awan putih, segumpal di sana membentuk lengkung senyummu. Mengaminkan segala semoganya semesta.

"Masih sama?
Ya tentu saja....
Aku terlahir untuk ini saja kurasa.....
Bersyukur takkan ada habisnya....
Masih bisa mengingat jelas bagaimana pertama kamu ada untuk kucinta, kuminta, ku do'a....

Terimakasih Tuhan.
Semua rasa yang Kau beri,
Ijinkan hamba lalu untuk tetap mencinta perempuan ini...

Biar kumencintanya
Biar kumencintanya
Biar kumencintanya
Itu saja.

Terimakasih Tuhan,
Perasaan ini luar biasa.🙂

Biarkan pagi, siang, malamku hanya untuknya..."


Bila seseorang bertanya 'apa yang kau rasa'
Pasti terjawab 'I feel so loved.'

Lalu hanya ada diam. Sendiri. Terbata -ndremiming katamu- dan berkaca-kaca. Tak perduli orang berkata apa. Dia hanya mau mengingatmu saja.



Feb 18,  20.39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...