Minggu, 21 Oktober 2018

Aku pernah memiliki 14.600 pagi dan senja
Yang tak pernah kunanti
Pun tak pernah kumaknai
Hanya datang dan pergi tepat pada waktunya
Terbiasa

Lalu kamu ada

730 pagi berikutnya
Kumaknai sebagai kamu
Kunanti saat menggeliat
Membuka mata dari sejenak kematianku
Untuk sekedar mengingat
Kamu ada
Aku dicinta

730 senja berikutnya kumaknai sebagai kamu
Kunanti saat lelah harus kulepas
Dari jejal-jejal rindu yang tak pernah membekas
Dari jerit-jerit berat inginku menyentuh
Dan limbungnya langkah kaki tak berarah
Yang tak pernah meninggalkan jejak
Karena aku tak pernah ingin pergi, pun berhenti

Dan
730 hening malam kumaknai sebagai kamu
Selalu kunanti
Saat bait-bait kekaguman kau rangkai
Memeluk kasih dalam nyenyat semesta
Kau iring dengan bait-bait do'a
Yang separuh dan sepertiga atau seluruhnya
Hanyalah panjatan lara
Mencinta tanpa tahu cara Tuhan membersamakan umatNya

Bila senja yang ke sekian belas ribu kau menyebutnya
'Mau tinggal, tinggallah
Enggan, silahkan...'

Dan senja tadi kau ceritakan
'Tak perlu dimaknai, semua akan kembali terbiasa
Seperti dulu, tak perlu dinanti'

Maka aku kosong











Oct21, 21.11




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...