Itu suara hujan kah?
Nyaring sekali dentingnya
Antara menimpuk tanah, bebatu, dedaun, pun genting kamarku
Mengalahkan dentum detak jarum jam dinding
Yang tadinya bersahutan dengan dengkur lirih lelaki yang meringkuk manja di sampingku
Adakah rindu di tiap titik rinaimu?
Sedang bait cinta itu tak sering lagi kubaca
Hujan...
Singgahlah di tiap-tiap hening begini
Saat senyap menyergapku membuka mata
Mengingat, merasa, dan memaknai segala yang pernah ada
Menikmati luruh demi luruh
Isak yang selalu tertahan dan meruah
Berjanjilah...
Untuk tetap singgah
Menemaniku menuliskan lagi cerita
Yang belum sama sekali sempat dia bacakan untukku
Hujan...
Aku mau kau tetap ada, selalu ada
Di setiap rasa
Di segala masa
Berlebihan kah?
Dec 8, 01.15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar