Selasa, 30 April 2019


Berkata dalam diam

Hayati bulir demi bulir
Meleleh di sisi bingkai jendela
Seraya menatap
Menyelipkan pilu pada derasnya hujan
Mencari-cari
Bayangmu serupa udara yang tak mampu kunafaskan

Mendo'a dalam diam

Menyebut namamu, kalian
Dalam eja yang terbata
Panjat pinta tak bersuara
Pun tak terangkai dalam kata
Hanya riuh oleh linang
Dan luruh derai yang tak pernah usai

Mencatat dalam diam

Menyimpan semua cerita
Untuk terbaca 
Terceritakan lagi
Atau tertinggal begitu saja
Untukku sendiri

Bertanya dalam diam

Untuk apa pesan jangan sakit
Bila menyimpan kesakitan tak lagi berlaku
Dan lebih memilih semua tahu

Ingin mati cepat?
Lalu dimana rasa tak ingin pergi
Pun janji untuk hidup lebih lama dan membangun mimpi
Harus teringkari?

Terisak dalam diam

Bersenandung dalam diam

Ya...
Ketidaktahuan itu telah selamanya diam







*There goes my mind racing
And you are the reason
That I'm still breathing
I'm hopeless now*










EndOfAprilNote
ThanksToApril



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...