Describing me in the expressions of things, places n people around. In life, I might leave. In love, I might suffer. In line, I might disconnect. With this, I conquer all
Minggu, 07 April 2019
Perempuan itu menamaimu pagi...
Yang selalu dinanti sapa, tanya, bait do'a dan bait cintanya, di setiap membuka mata. Mengiringi buncah syukurnya untuk harap baru. Mengawali hari, melangkah tegar untuk hidup lebih lama.
Dia menyebutmu waktu...
Menemani tiap detiknya. Menunggu saat benderang berganti terik. Sekedar membaca pesan pengingat dan melirik menu yang memunculkan selera makannya. Bergegas mengambil wudhu dan mengenakan pakaian ibadah saat seruan agung berkumandang. Lalu menanti senja berganti gelap. Sekedar membagi cerita tentang orang-orang yang ditemui dan tempat-tempat yang didatangi seharian tadi. Mengalir mengadu, berkeluh semua sisi rapuhnya. Lalu menyambut malam, menyiapkan senyum terbaik saat dihantar frasa 'selamat istirahat' beranjak ke peraduan. Bertemu mimpi, lalu terjaga sejenak untuk mengingat semuanya. Terjaga lagi saat sepertiga malam, sesaat mengeja namamu, memohonkan panjat pinta untuk segala kebaikan. Menguntai bulir air mata untuk segala semoga yang diaminkan. Lalu membuka mata keesokan paginya dengan harap yang tumbuh menguat.
Dia memaknaimu serupa hujan...
Mengabaikan dirinya yang bagai tanah dan bebatuan. Tak ada keberatan sama sekali kau timpuki berkali-kali. Tetap merindukan kau untuk selalu singgah, menyirami tunas-tunas kasih yang kau semaikan. Agar senantiasa menguntum, menguncup, mekar, dan berakar.
Dia memanggilmu angin...
Bersuka cita saat kau mengembus perlahan. Memejam dan tersenyum kala semilirmu menyibak anak rambut di keningnya. Pun saat kau enggan singgah, dia akan terdiam sabar. Membisu, mendo'a. Berharap kau menerpa pucuk-pucuk daun. Sekedar bertitip rindu pada batang ilalang.
Kau adalah lagu baginya...
Tangis, canda, haru, tawa, pilu dan segala rasa yang kau bagi, mengalun merdu menemani harinya. Dia dendangkan dengan segenap suka sekaligus laranya.
Kaulah puisi itu...
Dituliskannya semua cerita tentangmu. Dengan bait, diksi, dan rima yang kau catatkan untuknya. Dibukukan segala masa sejak kau ada. Untuk kau bacakan lagi saat dia tua kelak.
Ya, baginya kau adalah segala...
Tak mampu dia menggenggam, bila sela jarinya tak kau isi dengan jemarimu. Tak sanggup dia menatap, bila mata tuamu tak nampak lagi di pandangannya. Tak akan lelah dia menanti, karena hanya kau yang diinginkan untuk berlari menghampiri. Dan mati dalam pelukanmu adalah bahagianya yang abadi, karena hanya kau yang menjadi alasannya untuk hidup.
Dusk Note
April07
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rindu Sawah
" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...
-
"Aku hanya ga habis fikir mba. Aku sebenarnya salah apa. Apa aku pernah ga sengaja membuat dia tersinggung. Ato apa. Ah entahlah....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar