Selamat malam bulan hampir purnama...
Boleh kau ceritakan tentang Kamu dan Dia?
Kamu...
Kata ganti orang kedua tunggal,
Hari ini kau tunjukkan gambar potongan cake warna hijau bertabur keju
Katamu "Hijau-hijau yang ini lebih cheesy. Diantar kemana?"
Ada yang bersedih...
Dan besok pagi kau lalu akan sibuk berburu si hijau karena rasa bersalah
Kamu...
Yang selalu meluangkan banyak waktu untuk menilai
Setiap kata, cerita, dan tulisan demi tulisan
Dia...
Kata ganti orang ketiga tunggal,
Menanyai dirinya "Kenapa aku? Aku siapa?" dan membantah kata hati dan rasa sendiri
Yang lalu kau kuatkan
Dengan bait do'a yang tak ada habisnya
Dia...
Yang kini menjauh, menepi dan mencaci diri
Dalam ketidaktahuan amat mendalam
Tak ingin lagi mencari kesempatan untuk berkata
Sekedar menjelaskan, menyalahkan, membenarkan, pun membela diri
Hanya berbisik lirih
"Silahkan periksa sendiri penilaianmu. Beri tanda centang bila kau anggap benar. Dan silanglah jika menurutmu salah. Atau langsung saja beri skor 100 di lembar nilaimu. Agar kau bisa bertepuk tangan lebih riuh dari kemarin."
Dia...
Yang setiap membuka mata hanya mampu berdesis "Hidup untuk apa?"
Dan saat melangkah bergumam "Apa itu bahagia? Bagaimana bentuk, rasa, 'cara' dan 'menciptakan' nya?"
Selamat malam bulan hampir purnama...
Terimakasih untuk keduapuluh empat terangmu
Singgah di beranda hati yang hening
Tidak ada komentar:
Posting Komentar