Selasa, 12 Mei 2020




Manusia mati meninggalkan cerita. Dan yang abadi hanya karya.

Dulu hanya tahu namanya saja. Dan lagu yang saya kenal saat itu cuma Sewu Kutho dan Stasiun Balapan. Tanpa berusaha menghafal liriknya. Pun tak mengidolakannya. Pada zamannya, hanya kalangan tertentu yang menyukai lagu-lagu itu. Saat orang-orang seusiaku lebih familiar dengan boyband manca, seperti Westlife dan Backstreet Boys.

Saat kematiannya diberitakan di banyak media, barulah tahu dia telah mencipta banyak lagu dalam banyak album. Yang judul-judulnya secara random saya rangkai dalam sebuah kidung Jawa. Ya, saya baru mengerti lagu-lagu Jawa yang banyak dipopulerkan oleh pendatang-pendatang baru dangdut adalah ciptaannya.

Bahkan saat dia menggelar konser di kota ini. Saya masih ingat betul, beberapa bulan lalu, seorang petinggi pemerintahan berkata "Ayo duduk sini. Kita rencanakan yang matang persiapan konser ini. Usahakan nanti semua bisa menonton, duduk manis dan ikut joget. Biar ilang semua stres kalian. "

Saat itu juga saya baru menyadari, dia digandrungi banyak orang dari berbagai kalangan. Dan kematiannya, meninggalkan duka dan kehilangan yang mendalam bagi negeri ini. Khususnya bagi para Sobat Ambyar,  sebutan penggemarnya, yang mengelu-elukan nya sebagai Lord Didi, The Godfather of Broken Heart. 

Dan saat itupun, terbersit pikiran 'karena tak ada pernikahan saat pandemi ini, tanggal cantik pun akhirnya dipilih untuk mengenang sebuah kematian'.


Didi Kempot
05052020
Rest in Love

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...