Selasa, 16 April 2024

Halal Bil Halal



Siiaaaap Geraakk!

Lantang suara komandan apel memberi aba-aba untuk seluruh peserta. Yang berdiri berjajar di barisan depan sudah terlihat agak rapi. Tetapi yang di belakang masih banyak yang bergerombol. Bahkan terlihat masih banyak di kejauhan yang berlari-larian dari gedung kantor nya menuju halaman apel.

Aku mengambil sikap sempurna. Sambil membetulkan letak dan posisi masker, aku melirik ke arah jam tangan. Sudah menunjukkan pukul 07.49. Lalu sedikit mendongak ke atas. Masih sepagi ini. Tapi matahari begitu terasa terik dan panas. Keringat mulai terasa sedikit demi sedikit menetes dan mengalir di punggung belakang.

Pembina Apel Tiba di Tempat Apel!

Tak kalah nyaring dan lantang suara pembawa acara. Memberi tanda bahwa semua peserta harus lebih baik sikap sempurna nya. Spontan saja, aku berusaha membenarkan posisi badan, tangan, kaki, serta pandangan lurus ke depan ku. Berusaha tersenyum dan mengambil nafas panjang, agar tubuhku terasa lebih rileks dan tidak tegang. Karena apel bersama seperti ini pastinya akan jauh lebih lama daripada apel rutin yang digelar setiap Senin pagi.

Pengarahan oleh Pembina Apel!

Istirahaat di Tempaaaatt Geraakk!

Alhamdulillah. Ucapku dalam hati. Merasa sedikit lega bisa melonggarkan kaki dan menggerak-gerakkan badan. Mungkin peserta yang lain juga menggumam yang sama sepertiku.

“Saya, baik selaku pribadi dan keluarga maupun kedinasan mengucapkan Selamat Idul Fitri Syawal 1445 H kepada panjenengan semua. Minal Aidin wal Faidzin. Mohon segala kesalahan dan kekhilafan saya dimaafkan. Demikian juga sebaliknya panjenengan semua sudah saya maafkan. Mari kita kembali melangkah melaksanakan tugas-tugas kita dengan diri yang telah kembali fitri, dengan niatan dan kinerja yang lebih baik. Sebagai bentuk pengabdian kita kepada Pemerintah. Serta sebagai wujud ibadah kita kepada Allah SWT.”

Beberapa arahan terkait kedisiplinan, etos kerja, serta ketertiban administrasi perkantoran dan penyerapan anggaran juga disinggung oleh Pembina Apel.

“Yang terakhir, kepada bapak ibu yang masih mau melanjutkan berlebaran atau bersilaturahmi dengan rekan kerja dan sanak keluarga kami persilahkan. Senyampang tidak mengganggu kegiatan dan tugas-tugas di kantor.”

Aku menghela nafas panjang lagi dan tersenyum. Berharap beliau segera mengakhiri amanat nya dan mengucap salam penutup. Karena keringat yang makin deras di area wajahku yang tertutup masker. Huh.. rasanya sudah gerah sekali. Ingin segera membuka masker lalu mengelap wajahku dengan tisu.

Tanpa Penghormatan. Bubaarr Jalaan!

Akhirnya. pemimpin apel memberi aba-aba terakhirnya.

Sumpah. Gembira rasanya. Menapaki halaman berpaving yang semakin siang semakin menyilaukan mata. Ingin segera berlari memasuki ruang kerja yang sejuk. Duduk manis sambil menata nafas. Lalu mengelap wajah dan sekitar leher yang sudah penuh basah oleh keringat.

“Nanti jam 9 semua kumpul di ruang rapat ya.” Begitu Pimpinan memberikan instruksi.

Aku langsung menuju ke ruang rapat. Memanggil beberapa karyawan pria untuk membantu membersihkan ruangan dan menata meja kursi. Kunyalakan pendingin udara, merapikan posisi kursi pimpinan, dan memeriksa satu persatu pengeras suara. Mengecek baterai dan produksi suaranya.

“Dalam kesempatan yang sangat baik ini, saya mengucapkan terima kasih untuk seluruh karyawan yang bisa masuk kerja hampir seluruhnya setelah libur panjang dan cuti bersama lebaran. Meskipun ada beberapa yang masih ijin karena ada kepentingan keluarga maupun terkena musibah dan tidak dapat melaksanakan tugas seperti biasa. Saya juga berterimakasih kepada teman-teman yang telah melaksanakan tugas piket bergilir selama libur dan cuti bersama Idul Fitri tahun ini. Tidak lupa saya selaku pribadi dan keluarga maupun kedinasan mohon maaf lahir batin. Sudah biasa seorang Kepala Unit Kerja sering marah dan menggertak karyawan. Jangan diartikan bahwa saya tidak suka atau benci. Itu hanya semata-mata sebagai cara saya untuk mengingatkan dan memotivasi anda semua. Agar tugas-tugas kita dapat diselesaikan dengan benar, cepat dan tepat sasaran.”

Oh, jadi hari ini temanya adalah kembali ke pengabdian dan maaf-maaf an. Begitu kah?

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...