"Dipijit ya?"
"Iya."
"Ayo tengkurap dulu. Ini tempatnya batuk."
"Sakit. Sakit, Ma. Jangan ditarik-tarik."
"Bukan ditarik. Ini diurut namanya. Biar batuknya longgar."
"Aduh, sakit. Sakit. Sudah, Ma. Sudah. Tanganku aja dipijit."
"Ok."
"Kasar."
"Apanya?"
"Tangan mama."
"Iya. Maaf, Nak. Ibumu ini bukan seorang princess. Tangan dan kakinya kasar semua. Karena bekerja terlalu keras. Maka dari itu, ibu selalu memintamu membantu pekerjaan-pekerjaan ringan di rumah. Agar kau mulai belajar. Kelak saat kau menjadi lelaki dewasa, kau akan tahu bahwa perempuan itu harus dibela dan dilindungi."
"Mik obat."
"Iya. Pinter. Bobo yang enak, tenang. Besok sembuh, sehat ya. Good night. I love you."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar