Kamis, 09 Agustus 2018

Dari kecil saya cenderung menyukai warna-warna lembut; cream, soft pink, light grey, off white. Meski papa selalu mengatai mbulak (pudar), tapi setiap dapat jatah uang lebaran selalu warna-warna itu yang jadi pilihan saya untuk pakaian.

Sejak mengenal horoscope, saya mulai sedikit berpikir tentang hal 'warna anda mencerminkan pribadi anda'. Dalam hati berkata 'pantas saja orang selalu menyebutku kalem'.

Di fase-fase kehidupan berikutnya, dengan bertambahnya usia, lingkungan, bahan bacaan, dan tontonan, saya mulai sedikit bereksperimen. Baik dengan make up, warna-warna pakaian yang lebih tegas, model sepatu, aksesoris, semua menarik untuk teori 'mix n match'. Mencoba merapikan alis mata dan melukisnya dengan pensil alis, berkenalan dengan lipliner, dengan harapan tak melulu setia dengan warna lipstik matte.

Sayapun pernah sangat tergila-gila dengan warna hitam. Entah karena suka, atau lebih karena tips fashion 'hitam mengesankan lebih ramping'.

Apapun pilihan warna saya, almari pakaian serupa membias pelangi. Seluruh warna semesta memenuhi raknya.



PS: hanya tentang warna
Tulisan saya tak pernah selesai. Pun tak terbersit memberi judul yang sesuai.



August9, 23.21

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...