Kamis, 30 Agustus 2018

"Kemana Aisyah say?"

"Entah. Di rumah neneknya atau di penginapan."

Aya duduk saja di lantai ruang tengah yang tak seberapa luas itu. Televisi menyiarkan apa juga, dia tak sebegitu memperhatikan. Widya pun seperti hanya membiarkan dirinya tak menatap layar. Hanya bersila dengan santai melipat beberapa potong jemuran di depannya.

"Assalamualaikum..."
Berdiri di depan pintu kamar. Mengenakan sarung bermotif entah kotak atau bulat atau batik warna merah. Dengan kemeja lengan pendek yang bermotif, juga warna merah. Seperti baru pulang dari masjid atau surau. Melepas kopyah dan mengusap wajah dengan dua tangannya. Seperti gerakan menutup muka.
Aya duduk selonjor di sisi matras sebelah kiri, menyandarkan tubuhnya ke dinding. Melihat Yoga tanpa bicara. Yang langsung menerjunkan tubuhnya ke matras di sisi seberang kaki kanannya. Telungkup dan menangis.

"Kata berita di TV, Aisyah akan segera pulang say..." Suara Widya dari ruang tengah.

Aya hanya mendongak. Yoga pun segera beranjak. Mengusap air matanya dan berdiri.
"Barang-barangmu Ay, pakaianmu, apa sudah kau kemas semua?"

Aya melirik dua woman backpack warna hitam beda model di sisi meja tamu. Yang agak besar punya Widya. Yang sebelah pastilah miliknya.

"Kayaknya sudah semua kok." kata Aya

Yoga memastikan, sembari menghampiri baju-baju yang banyak bergantungan di  belakang pintu kamar. Mengambil sebuah bra warna pink ukuran kecil.
"Ini. Punyamu Ay?"

"Bukan. Punyaku udah masuk ke tas kan say?"

"Sudah kok." jawab Widya sambil menjinjing tasnya. Dan menyerahkan satu lagi pada Aya.









August31, 08.25


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Sawah

" Diresiki sik yo pah. Terus dioles obat." " Iyo wes ayo. Nang njobo ae ben terang." Aya bergegas mengambil spray pe...