Aku
Tak pernah menciptakan ruang untuk siapapun
Tak pernah meminta tinggal
Bahkan menetap
Pun sekedar singgah
Aku
Hanya menciptakannya untuk diriku sendiri
Membangun raga, mengolah jiwa, mencipta rasa, asa, cinta dan suasana
Menebar aroma kebaikan, membentang jala kemurahhatian
Melipat luka dan lara, menutup rapat keluh, menyimpan penat, menekan hasrat keinginmenangan
Bila selanjutnya ada kau
Bukan aku yang menyilahkan masuk dan duduk
Tapi kau bawa sendiri kuncimu
Selebihnya, tangan Tuhanlah yang paling pasti menuntunmu
Aku
Tak pernah meminta siapapun berbelas kasih
Kuapit semua sisi lemahku, kujumput sendiri puing rapuhku
Dan kubangun tembok tegar
Untuk Tuhan membantuku hidup lebih lama
Jika berikutnya ada kau
Yang menyaksikan air mataku berderai
Mungkin mata hatimu yang bicara
Hatimu menyentuh hatiku
Turut membaca dan merasakan
Aku
Dengan segala yang melingkupiku
Bila aku percaya itu cinta
Aku tak memintamu untuk juga percaya
Aku hanya tak bisa mungkir
Tulus itu, jujur itu, dan kekuatannya
Hanya kau yang mampu membangunnya
Untukku
Aku
Tak pernah meminta siapapun untuk menjaga
Diri, hati, cinta dan kehormatanku
Aku melakukannya melebihi orang lain ingin menjagaku
Bila sejauh ini ada ragu
Mungkin itu bagian dari kerapuhan yang tak mampu lagi kau samarkan di balik mata tuamu
Dan jika apa yang kau bangun mulai terkoyak
Kupastikan bukan aku yang menghancurkannya
Karena
Aku
Adalah seorang penjaga
April25, 01.12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar