Berpuluh menit lalu berpacu dengan senja
Mengerut, menyatu alisnya
Merengut, menegang, dan tersenyum
Memandang bundaran surya yang kuning tuanya tepat berada di tengah awan putih
Persis menyerupai ceplok mata sapi buatanmu, yang belum pernah kau janjikan untukku sarapan
Hamparan sawah di kanan kiri, menghijau, menguning
Langit di atasnya jingga merona
'Awannya ngikutin kita ya ma' celoteh pria 3tahun di samping kirinya
Ah... Tak perlu meniadakanmu
Kau selalu mengiringi di tiap jejakku
Di tiap embus napas
Di tiap pejam dan membuka mataku
Lalu terangkai panjat untuk kepulihanmu
Senja...
Terimakasih indahmu
Segeralah menjemput malam
Saatku, saatmu menguntai semoga dan alhamdulillah di ujung hening sajadah basah kita
Singgahlah esok lagi
Bawakan ku matahari
APril29, 19.16
Tidak ada komentar:
Posting Komentar