Mendarah menjiwa dia mengklaim dirinya kuat. Semua lelah, luka, pedih, rasa terpuruk dia sembunyikan sendiri. Merasa tak perlu dibagi keluar. Baginya orang lain hanya akan melihat, berdecak, mengasihani, menatap sinis, atau menertawai. Senyum itu dibangunnya dengan tak pernah mudah. Boleh dikata membohongi khalayak. Tapi hanya itu yang dia bisa. Membangun mood nya sendiri, membahak tawanya yang sering dipaksa. Hatinya?
Lalu kau muncul dengan kesahajaanmu. Sederhana dan tulusmu membuatnya berpikir 'boleh aku menjadi diriku sendiri di depanmu? Menunjukkan semua sisi rapuhku. Menumpang sandar yang sudah terlalu lama hampir patah. Dan lelah untuk selalu tampak kuat. Bisa kau sisihkan satu lenganmu untuk ku bergantung? '
Terlalu banyak mungkin yang diinginkannya darimu
23.20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar