Libur telah usai.
Aktivitas back to school merutin kembali. Jalanan ramai. Mobil, motor, sepeda, becak, saling berebut mendahului.
Hmm... Kota kecil ini makin semrawut.
"Tutup hidung nak. "
Penebangan pohon sepanjang jalan menyisakan debu gergaji, , ranting dan dedaun berserakan hampir memakan separuh jalan. Panik selalu menyergap. Tapi selalu, membawa bekal bismillah sebanyak-banyaknya, dan sekarung upaya untuk tetap tenang dalam kehati-hatian.
Kuciumi ujung rambutnya sambil menjerit dalam hati 'maaf nak... Ibu tak mampu memberimu rasa aman dan nyaman yang lebih dari ini'
Melewati motor di sebelah kiriku, yang berjalan sedikit lambat.lambat. Berpenumpang dua orang dewasa dan dua anak-anak. Terlihat punggung si ibu,ibu,berpakainan seragam pegawai pemerintah yang wajib dikenakan setiap tanggal tujuhbelas. Sedikit pudar dan kedodoran. Sepatu hitam yang tak pernah sempat disemir, kaus kaki putih yang hampir menyerupai abu-abu atau coklat muda. Motor lama yang tak keluar lagi produk barunya. Knalpot aus dan mengeluarkan asap berlebih. Seperti terseok tak sanggup meaju cepat karena kelebihan muatan.
Menahan nafas. Bergumam lirih 'pantaskah merasa kurang? Ampuni aku Tuhan'
Kupelankan laju motorku. Kabur pandanganku.
July17, 08.09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar