Memaknai derai
Sejak lalu lalang berubah senyap
Luruh di sela kumandang seruan Agung
Tetesnya serupa membingkai tepian senja
Basah di antara ruku' dan sujud
Bergemuruh di sela pujian dan panjat ampunan
Pun lunglai di ujung sendi-sendi
Menahan nyeri untuk tegak berdiri
Bahkan tak reda di sela denting ujung garpu dan piring
Menahan gemetar suap demi suap
Bila tak banyak sisa waktu
Hanya satu inginku
Tak pernah terlambat mengucap kata
Aku cinta
July7, 18.57
Tidak ada komentar:
Posting Komentar