Mimpi; Saat Cinta Mencoba Terjaga
"Ay... Ngapain?"
Senyum, noleh...
Seperti kesulitan kamu mengaitkan tali helm merahmu ke bawah dagumu.
"Susah, sudah di tunggu ini. Tolong ambilin punyaku yang lama aja. Ini pake en wes".
Katamu, turun dari motor sambil nyodorin helm merah yang masih baru ke aku.
"Nggih, tunggu bentar."
Ga lama aku keluar bawa helmmu dan kamu sudah ga ada.
"Loh? Ga helman wong iku... Ya apa seh".
"Oalah, kesusu paling. Bismillah slamet, ga ono opo-opo. Aamiin"
Seperti ngomel sendiri sambil nutup pager rumahmu.
Lalu... Seperti berjalan di gang itu.
Tapi terlihat lebih panjang dari gang sebenarnya.
"Loh kok gak nyampe-nyampe ke jalan raya? Kok jauh? Bener kan ini gangnya? Bener kok....."
* * *
"Laper? Tuh kenapa telornya disisain. Kasian kan ga ada temennya. Yang lain udah pada masuk perut semua".
"Sengaja nyisain buat kamu Ay, seperti biasa kan? Kalo ga abis kamu yang ngabisin".
Seperti ga peduli banyak orang, paspampres sekalipun, reflek peluk kamu yang sambil duduk, pegang nasi kotak jatah dari panitia peresmian jalan Tol.
"Stay with me, stay hugging me, stay healthy. IloveU", bisik ku.
Riuh peresmian jalan tol oleh pak Presiden pun seperti diam, hening saat momen itu, seperti smuanya berhenti.
Duduk, bersimpuh di depanmu, menerima suapan-suapan kecil potongan telor sisamu.
July14, 10.22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar